Meraih Pahala Kurban
Meraih Pahala Kurban Setiap Hari Jumat

Meraih Pahala Kurban Setiap Hari Jumat – Masih ada sebagian orang yang bertanya, apakah mandi wajib pada hari Jumat hukumnya wajib? Ataukah itu sunnah? Untuk menjawab hal tersebut, memang benar ada dua pendapat.

Pendapat pertama, bahwa mandi pada hari Jumat hukumnya sunnah. Pernyataan tersebut terdapat pada Kitab Riyadhus Salihin, sebagaimana Samurah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَعَنْ سَمُرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنِ اغْتَسَلَ فَالغُسْلُ أفْضَلُ )) رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ))

“Barangsiapa yang berwudhu pada hari Jumat, maka itu baik. Dan barangsiapa yang mandi, maka itu lebih utama.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan) [HR. Abu Daud, no. 354; Tirmidzi, no. 497. Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan. Al-Hafiz Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan]

Baca juga: Kisah Abu Lahab: Tampan dan Kaya Tak Ada Artinya Tanpa Iman

Hadis lainnya memang menyebut mandi pada hari Jumat adalah utama. Seperti dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 877 dan Muslim, no. 844]

Namun, menurut tafsir Imam Nawawi dalam Al-Majmu’, mandi wajib pada hari Jumat hukumnya adalah sunnah. Beliau mengatakan bahwa manji Jumat bukanlah hal yang berdosa apabila ditinggalkan.

Beliau menambahkan bahwa maksud dari mandi Jumat adalah membersihkan tubuh sebelum menghadiri salat Jumat. Hal ini adalah sebagian dari sunnah dalam mengikuti hari ibadah Jumat.

Mengenai pernyataan ini, tidak ada perbedaan pendapat dalam kalangan ulama mazhab Syafi’i. Adapun keutamaan dari mandi Jumat sebagai berikut:

1. Mendapatkan Ampunan dari Allah

Sebagai sebuah amalan sunnah, mandi Jumat memiliki sejumlah keutamaan. Yang pertama, mandi Jumat dapat menurunkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam hadis dari Salman Al Farisi, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ ، فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّى مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى

“Apabila seseorang mandi pada hari Jumat, dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah, lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian ia mengerjakan shalat yang diwajibkan, dan ketika imam berkhutbah, ia pun diam, maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jumat yang satu dan Jum’at lainnya.” (HR. Bukhari no. 883)

Baca juga: Bagaimana Proses Gugatan di Mahkamah Konstitusi?

Hadis tersebut menyebut bahwa mandi merupakan salah satu rangkaian ibadah hari Jumat untuk memperoleh ampunan. Adapun ibadah lainnya yakni memakai wewangian dan mendengarkan khutbah Jumat.

2. Mendapatkan Pahala Layaknya Berkurban (Meraih Pahala Kurban)

Kedua, mendapatkan pahala layaknya berkurban. Hal ini sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Barangsiapa mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Lalu Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850).

Ini sebabnya ada sebagian ulama yang berpandangan bahwa mandi Jumat adalah wajib. Misalkan, Al-Auza’i, Ats-Tsauri, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hambal, An-Nu’man, dan pengikutnya. Ini karena begitu besar keutamaan mandi dan memuliakan hari Jumat.