Meski Atlet dan Official Positif Covid-19, PON XX Tetap Berjalan
beritapapua.id - Menpora Zainudin Amali (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan). (foto: Antara)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menyatakan pelaksanaan pertandingan PON XX Papua akan tetap berjalan meskipun ada atlet dan official yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini ia sampaikan kepada wartawan usai menyaksikan perlombaan menembak di arena menembak di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Rabu (06/10/21).

Ia mengatakan pertandingan dan agenda PON XX tetap berjalan, untuk itu protokol kesehatan harus tetap terjaga secara ketat.

Namun terkait akan itu, pihaknya akan memanggil Panitia Pengawasan dan Pengarah (Panwasrah) bersama PB PON Papua untuk membahas masalah ini.

“Saya akan kumpulkan Panwasrah dan PB PON, beserta segenap elemen yang terlibat, berusaha meminimalisir risiko transmisi Covid-19 melalui berbagai strategi, di antaranya penegakan protokol kesehatan ketat,” tegasnya.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang di mulai pada 2 hingga 15 Oktober 2021, melibatkan atlet dan official dari seluruh provinsi di Indonesia. Dengan pelaksanaan PON XX yang berjalan di tengah situasi pandemi seperti ini memberikan tantangan tersendiri.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa keamanan dan kesehatan menjadi salah satu faktor utama selama penyelenggaran PON XX.

Baca Juga: Kodam XVIII/Kasuari Syukuran Memperingati HUT TNI ke 76 di Manokwari

Ia juga menjelaskan bahwa atlet yang terkonfirmasi positif, rekan-rekannya sudah melakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya negatif. Dan saat ini pihaknya juga terus menelusuri masuknya virus tersebut.

“Kita bersama-sama mengecek asal virus ini, karena sebelum datang ke Papua semua kontingen sudah tes PCR,” ujarnya.

Atlet dan Official Telah Melakukan Rapid Test Setibanya di Papua

Sebelumnya, para atlet dan official yang tiba di Papua, kembali melakukan rapid test antigen dan diakomodasikan berdasar cabang olahraganya. Kegiatan mereka hanya dari tempat akomodasi ke tempat pertandingan, tanpa peluang mengunjungi tempat lain di luar agenda yang ada. Dengan begitu akan mudah mengetahui asal penyebarannya.

“Di tempat akomodasi, bila bergejala langsung di tes antigen, bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi, dan dilakukan tracing untuk sekitarnya. Atlet yang akan bertanding dengan body contact seperti wushu atau gulat, dilakukan tes antigen sebelum bertanding,” tambahnya.

Ia juga mengimbau kepada atlet, official serta masyarakat setempat, untuk tetap melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), serta vaksinasi setidaknya satu kali. Dan pihaknya juga akan terus mensosialisasikan 3M tersebut selama pelaksanaan PON XX.

“Kita sosialisasikan juga bahwa kalau bergejala, jangan keluar rumah atau ke lokasi, periksa dulu ke dokter agar tidak terjadi transmisi. Kemudian gerakan maskerisasi, didorong supaya menjadi budaya atau etos kerja setempat khususnya terkait pelaksanaan PON XX,” tandasnya.