Meski Tertekan, Industri Migas Terus Jalan dan Tak PHK Karyawan
beritapapua.id - Meski Tertekan, Industri Migas Terus Jalan dan Tak PHK Karyawan - The Jakarta Post

Industri migas Indonesia mengalami tekanan yang luar biasa. Belum selesai wabah covid-19 yang mengintai karyawannya, kini masalah tersebut bertumbuh cabang. Wabah tersebut merupakan dalang anjloknya harga minyak dunia yang menyebabkan sektor migas dunia kebakarang jenggot.

Imbas corona, industri migas jalan terseok-seok. Perusahaan hulu minyak dan gas bumi harus terus beroperasi meski kondisi tak memadai. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto. Demi menunjang target APBN tahun 2020, ia mengajak serta berkoordinasi dengan kontrak kerja sama (KKS) untuk terus bekerja.

“Ini dilakukan supaya penerimaan negara dari hulu migas tetap dapat optimal dan dapat mendukung anggaran negara di tengah upaya penanggulangan wabah Covid-19 yang membutuhkan anggaran sangat besar,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (03/05), 2020.

Meski Tertekan, Industri Migas Terus Jalan dan Tak PHK Karyawan
beritapapua.id – Meski Tertekan, Industri Migas Terus Jalan dan Tak PHK Karyawan – Gatra

Baca Juga: Misteri Kasus Bank Bali, Djoko Tjandra jadi Buronan

Industri Migas Sebagai Penggerak Roda Perekonomian

Di tengah wabah covid-19, Dwi berharap industri hulu migas tetap menjadi penggerak roda perekonomian bangsa. Ia percaya dengan mempertahankan program pengeboran, pemeliharan, dan pengoperasian lainnya, harapannya dapat terwujud.

“Ibarat darah yang terus mengalir, industri hulu migas diharapkan dapat terus menggerakkan urat nadi ekonomi Indonesia,” ujar Dwi.

Diketahui bahwa pencapaian target APBN industri hulu migas pada kuartal I/2020 terbilang cukup baik. Hal tersebut dibenarkan oleh Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, yang mengatakan bahwa KKKS memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai target produksi. Berdasarkan data SKK Migas per kuartal I/2020, terdapat tujuh KKKS yang memiliki produksi melebihi APBN untuk produksi minyak dan delapan KKKS yang melampaui target teknis dalam WP&B 2020.

“Ini tentunya merupakan capaian yang patut diapresiasi, untuk kegiatan operasional yang mampu menciptakan terobosan dan inovasi dapat menjadi benchmark bagi KKKS lainnya, sehingga dapat melakukan continual improvement pada triwulan kedua sampai akhir tahun 2020 sehingga target sampai akhir tahun diharapkan dapat tercapai,” jelas Julius.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala SKK Migas, industri hulu migas diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian nasional, salah satunya penciptaan lapangan kerja. Salah satu pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan saat ini adalah mengupayakan tidak ada kegiatan yang terhenti sehingga tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK).