Meskipun Tekor, Pasar Online Teluk Bintuni Terus Jalan
beritapapua.id - Situasi pengelompokan barang di titik pengumpulan sayur hasil Mama Papua di Teluk Bintuni. Foto: Yohanes Akwan

Gerakan Pasar Online di Teluk Bintuni yang diinisiasi oleh Luky Marani untuk menyiasati mendeknya distribusi sayur segar ke pembeli akibat dari pandemi covid-19, sejauh ini telah melayani 65 kepala keluarga dengan mengumpulkan hasil dari 20 petani Mama Papua.

Gerakan yang dilakukan oleh muda-mudi Teluk Bintuni ini, bisa melayani dari 10 – 12 kepala keluarga dalam satu hari. Sekitar 20 Mama Papua sebagai produsen dan petani sayur dan ubi Teluk Bintuni, sangat terbantu dengan hadirnya gerakan pasar online ini.

Komunitas yang menamakan diri mereka “Komunitas Sayur Segar Online” ini tak lebih dari sebuah gerakan nirlaba yang murni membantu masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan semangat untuk mencegah penyebaran covid-19 di Teluk Bintuni. Tentunya tetap menyosialisasikan anjuran dan imbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah.

Meskipun kerap harus mengelami kerugian akibat pendapatan yang tidak menutupi ongkos operasional yang dikeluarkan, dedikasi serta perhatian untuk tetap menggeliatkan roda perekonomian rakyat yang menyebabkan komunitas ini terus berjalan untuk kepentingan masyarakat Teluk Bintuni.

“Pesanan yang kami antar alamatnya berbeda-beda. Ada yg bisa di KM 9 Kompi, ada yang di SP 2 Kota Bintuni, semua kami layani. Kalau dihitung pesanan mereka tidak akan mencukupi oprasional kita, tetapi itu bukan masalah, karena saat ini kita di situasi susah, dan perlu saling bantu,” ujar Luky Marani, inisiator Komunitas Sayur Segar Teluk Bintuni.

Baca Juga: Tunjangan Guru Disunat, Ruangguru Menjura

Kerap Merugi, Komunitas Justru Bagi-Bagi Sayur Segar

Tak jarang juga sayur maupun ubi yang telah dibeli dari Mama Papua itu dibagi-bagikan secara gratis karena tidak laku dijual. Bentuk dari kepedulian sosial di tengah masa pandemi ini, diharapkan dapat menular untuk melahirkan gerakan-gerakan baru di Teluk Bintuni agar terus bahu-membahu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Meskipun Tekor, Pasar Online Teluk Bintuni Terus Jalan
beritapapua.id – Situasi di titik pengumpulan sayur segar hasil Mama Papua di Teluk Bintuni. Foto: Yohanes Akwan

Komunitas ini mengupayakan agar semua permintaan masyarakat atau pembeli yang masuk lewat grup whatsapp bisa dilayani dengan maksimal.

“Apapun permintaan dari pembeli harus kami cari sampai dapat, apapun itu. Ini demi menjaga mereka agar tetap di rumah saja, sesuai dengan imbauan pemerintah,” tambah Luky.

Dengan adanya dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, komunitas ini merasa seluruh komponen masyarakat harus bersatu dan membentuk komitmen bersama untuk melawan covid-19 di wilayah Teluk Bintuni.

“Ini termasuk langkah kita mendukung pemerintah terkait surat instruksi agar warga tetap berada di rumah dan tidak berkelompok. Maka disaat ini kami hadir membantu dan kami tidak bicara untung di sini. Karena ini kegiatan solidaritas untuk sesama agar secara bersama-sama kita lawan covid 19 di Teluk Bintuni,” tandasnya.