Microsoft : Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara
Ilustrasi Ujaran Kebencian (foto : infoaceh.net)

Microsoft : Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara – Hasil riset Microsoft mengenai tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan netizen yang paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Sontak setelah hasil riset ini dirilis pada 25/2/2021 silam, instagram dari akun Microsoft pun dibanjiri komentar oleh netizen yang mengakibatkan kolom komentarnya ditutup. Lontaran cacian dan makian memenuhi dunia maya.

Yang membuat miris, cacian tersebut justru semakin mengukuhkan status Indonesia memang sebagai negara dengan pengguna internet yang paling tidak sopan di Asia Tenggara.

Rupanya, hasil riset yang dilakukan oleh microsoft, bukanlah riset yang berdasarkan sentimen belaka. Pada kenyataannya, netizen Indonesia memang sering memantik permasalahan dengan caci maki, bahkan terhadap akun atau isu di negara lain yang bukan menjadi urusannya sama sekali.

Perkawinan Gay di Thailand Menjadi Sasaran Ujaran Kebencian

Baru-baru ini, netizen Indonesia kembali membuat ulah. Kali ini ulah netizen Indonesia membuat resah pengguna internet di Thailand.

Permasalahan ini terjadi ketika sepasang gay di Thailand mengunggah dokumentasi pernikahan mereka di facebook. Entah dari mana asal muasalnya, secara tiba-tiba kolom komentar pasangan tersebut dibanjiri oleh komentar netizen yang berbahasa Indonesia.

Segala caci maki dan hujatan bahkan ancaman pembunuhan terhadap pasangan tersebut mengomentari unggahan di facebook itu. Suriya Koedsang, salah satu mempelai yang menjadi sasaran kebencian dari netizen Indonesia itu, mengaku trauma.

Perilaku yang sangat disayangkan tersebut, bahkan telah ditindaklanjuti oleh Suriya dengan melaporkan ke kepolisian setempat.

Sanksi Hukum Terhadap Ujaran Kebencian dan Ancaman Kekerasan

Kini, setiap akun yang telah memberikan komentar berupa ujaran kebencian telah ditandai oleh otoritas Thailand. Sanksi yang dihadapi adalah penahanan jika akun-akun yang dimaksud, sampai menginjakkan kaki di Thailand.

Baca Juga : Hati-hati Kena Sanksi! Pemprov Papua Terbitkan Larangan Mudik

Bagaimana sanksi hukum, jika Suriya memutuskan untuk melaporkan netizen Indonesia ke kepolisian Indonesia?

Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 29 menyebutkan bahwa: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.”

Sedangkan sanksi pidana atas ancaman ini adalah pidana penjara selama paling lama empat tahun atau denda Rp750 juta. Hal ini diatur di dalam Pasal 45B UU ITE.

Netizen Indonesia memang mempunyai kebiasaan yang sangat buruk. Berlindung di balik anonimitas maupun prinsip jempol yang selalu kebablasan, perilaku ini telah meresahkan berbagai pihak.