Mima Saina, Perempuan Jawa yang Dikenang Sebagai Pahlawan di Israel
Mima Saina (foto : yadvashem.org)

Mima Saina, Perempuan Jawa yang Dikenang Sebagai Pahlawan di Israel – “ia adalah seseorang yang sangat berbeda dari saya. Saya yang berlatar belakang seorang Yahudi, dan ia seorang Muslim. Ia wanita berkulit gelap, seorang Indonesia, Muslim dengan pengaruh Buddha yang sangat kuat. Dan ia adalah orang yang betul-betul melindungi saya. Saya tidur bersamanya, dan ia menyimpan sebilah pisau di bawah bantalnya. Ia bersumpah akan membunuh setiap anggota Nazi yang mencoba mengambil saya. Sebesar itulah sayangnya ia kepada saya”

Kisah Heroik Perempuan Jawa yang Bernama Mima Saina

Penggalan di atas adalah kesaksian yang diberikan oleh Alfred Munzer, seorang penyintas pembantaian Nazi, ketika ia masih balita. Alfred menceritakan kisah heroik seorang perempuan Indonesia yang bernama Mima Saina, seorang imigran berdarah Jawa di Belanda yang menyelamatkan hidupnya.

Kala itu, pada tahun 1941, Belanda diinvasi oleh Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Perburuan orang Yahudi yang berada di Belanda pun tak luput dari invasi kala itu, termasuk Alfred Munzer dan keluarganya.

Tole Madna, Imigran Indonesia Yang Menampung Pelarian Nazi

Keluarga Alfred kemudian menitipkannya di salah satu tetangganya dalam pelarian dari kejaran Nazi. Dari sinilah, Alfred kemudian diasuh oleh Mima Saina, yang pada saat itu bekerja sebagai ART dari tetangga yang dititipkan itu.

Adalah rumah Tole Madna, yang juga imigran asal Indonesia tempat Alfred kemudian dititipkan dan diasuh oleh Mima Saina, ART yang bekerja di rumah Tole Madna. Alfred menganggap Tole sebagai ibu asuhnya.

Baca Juga : Microsoft : Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara

Alfred hidup bersama keluarga Tole Madna, di bawah kepengasuhan Mima Saina hingga Perang Dunia Kedua berakhir. Mima Saina, nama yang mungkin masih asing di telinga. Namun karena kasih sayangnya, berhasil menyelamatkan seorang balita dari kekejian Nazi yang lebih kita kenal sebagai peristiwa Holocaust – pembantaian.

Untuk diketahui, sejarah mencatat, tak kurang dari 20juta jiwa melayang, akibat ego dari seorang megalomania yang bernama Adolf Hitler. Bukan hanya orang Yahudi saja yang menjadi sasaran pembantaian. Orang Romani, Komunis dan tawanan perang Soviet dan warga Polandia pun tak luput dari kegilaan ini.

Nama Mima Saina kini dicatatkam abadi pada sebuah monumen di Israel. Di areal seluas 45 hektar, tempat monumen peringatan para korban holocaust, di situlah nama Mima Saina dan Madna Tole dicatat sebagai pahlawan.