Minuman Fanta Ternyata Diciptakan di Nazi Jerman Karena Depresi
Minuman Fanta Ternyata Diciptakan di Nazi Jerman Karena Depresi (foto : siqik.com)

Fanta, minuman ringan yang identik dengan anak muda yang ceria dengan rasa buah yang menyegarkan, awalnya diciptakan dari sisa buangan industri makanan di Jerman.

Ironisnya lagi, di balik representasi warna warni minuman ini, ternyata tercipta pada pemerintahan Adolf Hitler yang fasis di tahun 1939.

Fanta adalah salah satu produk dari The Coca Cola Company yang menjadi bench mark minuman ringan dunia.

Bagaimana ceritanya Fanta yang menjadi salah satu produk dari Coca Cola Company bisa diciptakan di Jerman, pada saat Nazi menjalankan pemerintahannya?

Semua berawal di tahun 1923 ketika Robert Woodruff menjadi kepala dari perusahaan ini. Coca cola yang awalnya hanya menguasai Amerika Serikat (AS) ingin diekspansi olehnya ke seluruh penjuru dunia.

Memang, Coca Cola pada saat itu sudah diekspor ke luar negeri. Namun produksinya sangat tragis. Penjualannya pun tak lebih dari minuman yang tak dilirik oleh masyarakat di luar negeri.

Woodruff kemudian melakukan reformasi besar-besaran pada perusahaan ini, dengan menyoroti penjualan internasional. Ia pun mendirikan perusahaan anakan yang diberi nama The Coca-Cola Export Corporation, yang mengkhususkan diri untuk menangani produksi luar negeri.

Coca-Cola di bawah kendali Woodruff mulai berkembang dan dikenal di luar negeri, terutama Eropa. Akhirnya, sampailah Coca-Cola ke Jerman, dengan Ray Rivinton Powers yang ditunjuk sebagai penanggung jawab perusahaan di sana.

Di bawah Powers, dengan kemampuan marketingnya yang penuh siasat. Coca-Cola berkembang pesat di Jerman. Terutama Powers, menjanjikan siapapun distributor Coca-Cola di Jerman, bisa memiliki kestabilan finansial, dan memiliki kemewahan di Florida, AS.

Siapa yang tidak tertarik iming-iming ini? Coca-Cola menjadi produk yang sangat populer di Jerman, karena distributor yang tersebar di seantero Jerman.

Manajemen Buruk, Coca-Cola Hampir Bangkrut di Jerman

Di balik kesuksesannya mempengaruhi orang Jerman untuk mengkonsumsi Coca-Cola, Powers merupakan pribadi yang lemah dalam pembukuan dan akuntansi.

Akibatnya, keuangan Coca-Cola di Jerman menjadi hancur. Tagihan-tagihan yang tak terbayarkan, menjadikan keuangan perusahaan Coca-Cola di Jerman sebagai kerusakan besar.

Pada tahun 1933, Adolf Hitler dan Nazi secara resmi menjadi penguasa Jerman. Ini menjadi penanda sebagai era baru untuk Coca-Cola di Jerman.

Dari sinilah Max Keith hadir menggantikan Powers. Keith yang merupakan orang Amerika yang lahir Jerman, mempunyai dedikasi untuk menyelamatkan Coca-Cola dari kehancurannya di Jerman.

Baca Juga : Menguji Soliditas Orang Papua Dengan Label Teroris

Belajar dari ego dari seorang Hitler, Keith berpikir Coca-Cola harus mengubah imej mereka. Dari simbol Amerika, Coca-Cola harus dikenal sebagai simbol Jerman itu sendiri.

Keith mulai mengasosiasikan Coca-Cola dengan Hitler. Ini menjadi kebanggaan bagi Hitler, hingga pada truk-truk pengangkutan yang dimiliki oleh Nazi, logo Coca-Cola bisa tertempel dengan mudahnya.

Kerjasama Coca-Cola Dengan Jerman Pudar Ketika Perang Dunia II Dimulai

Ketika Amerika Serikat secara resmi menyertakan dirinya dalam Perang Dunia II pada tahun 1941, dan menyatakan Jerman sebagai musuh, keberadaan Coca-Cola pun mengalami titik nadir.

Semua bahan produksi Coca-Cola tidak bisa diekspor ke Jerman. Keith kemudian memutar otak, agar perusahaan ini harus terus bisa berjalan.

Ia kemudian menciptakan sebuah minuman, yang bisa diidentikkan dengan Jerman. Ia mulai mengumpulkan ilmuwan untuk bisa menciptakan ulang resep Coca-Cola, namun dengan menambahkan bahan yang lain.

Ia menambahkan limbah produksi dari perusahaan makanan. Sisa-sisa buangan buah seperti apel dipergunakannya untuk produk baru ini.

Dari sini lah tercipta minuman baru dengan rasa buah-buahan, yang diberi nama “Fanta”. Produk ini menjadi sangat populer di Jerman kala itu.

Dari sinilah Fanta mulai tersebar di Eropa. Dengan tingkat kemanisan yang tinggi, Fanta bahkan dipergunakan sebagai bahan untuk memasak.

Fanta yang kita kenal sekarang, merupakan modifikasi dari Fanta asli yang diciptakan oleh Keith. Fanta Orange yang menjadi produk yang paling dikonsumsi di dunia, sebenarnya diperkenalkan pertama kali di Itali pada tahun 1955.

Referensi


Business insider – Fanta

Mark Pendergrast – “For God, Country and Coca-Cola, 1993”