Moeldoko Meminta SDM Papua Disiapkan Sebaik Mungkin
beritapapua.id - Kepala Staf Kepresidenan, Dr. H. Moeldoko, S.I.P. (foto : antara)

Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat untuk fokus ke pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ingin anak-anak Papua juga bisa kompetitif.

“KSP akan mengingatkan lembaga dan kementerian yang lain untuk hal ini. Kemudian untuk pembangunan SDM melalui pendidikan, tolong disiapkan sebaik mungkin agar anak-anak Papua juga bisa kompetitif. Jangan sampai ada orang lain yang kelak mengisi posisi penting di Papua,” ujarnya dalam diskusi di ruang bina graha KSP, Jumat (2/7).

Sementara, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Ekonomi Panutan Sulendrakusuma, mengatakan, ekonomi akan tumbuh apabila SDM siap. Maka dari itu, perlu fokus ke pembangunan SDM.

“Salah satu yang perlu adalah mengembangkan pendidikan keterampilan. Misalnya ada BLK (Balai Latihan Kerja) yang berdasarkan komunitas dengan basis dari kebutuhan masyarakat setempat,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Tambrauw Gabriel Asem mengatakan, pembangunan di wilayahnya tidak seperti pembangunan kota pada umumnya. Sebab, kabupaten Tambrauw merupakan wilayah pemekaran dan masih baru dimana akses belum optimal.

Infrastuktur Belum Optimal, Kendala Pembangunan SDM di Kabupaten Tambrauw

“Ada beberapa masalah dan kendala yang kami petakan, yaitu isolasi antar wilayah, perumahan belum memadai, produksi belum optimal, jaringan listrik, hak ulayat tanah adat, keterbatasan APBD, dan ibukota kabupaten yang masuk dalam kawasan hutan lindung,” jelas Gabriel.

Gabriel juga memaparkan, beberapa data Kabupaten Tambrauw di antaranya tingkat kemiskinan 36,67% dengan target 30%. PDB per kapita Rp9 juta dengan target Rp10,5 juta. Gini ratio 0.365 dengan target 0.355 dan tingkat pengangguran 1,17% dengan target 1,15%.

Baca Juga : Cegah Covid-19, Pemkot Jayapura Memberlakukan PPKM

Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat merupakan salah satu locus penetapan daerah tertinggal 2020-2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020. Sementara berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, kriteria daerah tertinggal ditentukan berdasarkan perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah tertentu.

Dalam matriks pembangunan RKP 2021, Proyek Prioritas Pembangunan Wilayah Adat Papua (Domberay) bertujuan untuk meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di 11 Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat, salah satunya Kabupaten Tambrauw.

Instansi yang mempunyai program pembangunan berada di KemendesPDTT, KemenKUKM, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR, Kemenkes, Kemendikbud, Kemkominfo Kementerian Perhubungan, dan Kementerian ESDM.