Musamus, Rumah Rayap Setinggi 5 Meter di Merauke
beritapapua.id - Musamus, Rumah Rayap Setinggi 5 Meter di Merauke - Kompasiana

Musamus, Rumah Rayap Setinggi 5 Meter di Merauke – Sebuah gundukan tanah menjual tinggi di sebuah kebun yang rindang. Tingginya beragam, mulai dari 1 meter hingga 5 meter. Ada beberapa dari mereka yang bahkan tidak mencapai tinggi 1 meter. Sejauh mata memandang, lanskap tersebut mirip seperti negeri dongeng.

Itu bukan gundukan tanah biasa. Ia tidak tercipta sendiri, atau bahkan dibuat oleh manusia. Gundukan tersebut adalah hasil karya koloni rayap asal Merauke, Papua. Musamus, namanya. ‘Gedung pencakar langit’ ala koloni rayap ini tak hanya ada di Merauke, tapi juga dapat ditemukan di Australia dan juga Afrika.

Sebagian orang mengira Musamus adalah rumah semut. Namun faktanya, gundukan tanah tersebut adalah rumah rayap. Peneliti menyebutkan Musamus adalah upaya rayap untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem. Oleh sebabnya, rumah rayap ini biasanya ditemukan di wilayah tropis.

Dilansir dari mongabay, Musamus dihuni oleh spesies rayap Macrometes. Rumah rayap ini memiliki kondisi yang lembab dan dingin. Cocok untuk tempat rayap tinggal dan berlindung dari panasnya iklim Merauke. Bangunan rayap tersebut memiliki kelembaban konstan dengan suhu sekitar 29-32 derajat Celcius. Cocok untuk berkembang biak dan menyimpan makanan.

Baca Juga: Kisah Sagu Porno di Sangihe, Sulawesi Utara

Rayap dan Struktur Sosialnya yang Luar Biasa

Rayap merupakan salah satu hewan dengan struktur sosial yang luar biasa. Ia memiliki pembagian tugas yang jelas antara rayap pekerja dan tentara. Dengan pembagian kerja tersebut, rayap dapat bekerja secara cepat dalam membangun tempat tinggal. Tak ayal jika Musamus terdiri dari struktur yang kompleks yang disertai lubang udara.

Tidak hanya membangun ‘gedung’, rayap juga ‘bercocok tanam’ di dalam Musamus. Mereka menumbuhkan jamur yang berasal dari kayu busuk sebagai sumber pakan mereka. Para rayap pekerja mencari kayu busuk di luar, kemudian mereka bawa ke bagian pori-pori Musamus yang lembab. Hasilnya, mereka punya kebun jamur sendiri.

Namun, pernahkan Anda bertanya-tanya, “Bagaimana rayap membuat bangunan yang kokoh? Apa materi pembuat bangunan tersebut?” Tidak seperti manusia, rayap tidak bisa membuat semen ataupun membelinya. Mereka yang menggunakan bahan alami yang bahkan tahan api. Rayap menggunakan tanah liat yang masih basah untuk membangun Musamus.

Kala musim panas tiba, bagian luar tanah liat tersebut mengering terkena panas sinar matahari. Sejumlah peneliti mengatakan bahwa Musamus bisa selamat dari kebakaran hutan. Hal ini disebabkan oleh materi bangunan mereka–tanah liat–yang tanah api.