Nakes di Puskesmas Itlay Hisage Minta Penambahan Satu Tenaga Dokter
beritapapua.id - Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua didamping Kepala OPD saat mengunjungi Distrik Itlay Hisage (foto : papuainside)

Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Itlay Hisage minta pemerintah Jayawijaya, untuk menempatkan satu tenaga medis di puskesmas tersebut.

Salah seorang staf di puskesmas Itlay Hisage yaitu Neser Haluk mengatakan, puskesmas Itlay Hisage memang sangat membutuhkan tenaga dokter. Hal ini ia ungkapkan lantaran selama ini pelayanan di Puskesmas tersebut sepenuhnya yang melayani adalah tenaga perawat.

“Sebelumnya ada tenaga dokter, tapi pindah ke puskesmas Wamena kota. Setelah itu diganti dengan seorang dokter, tapi yang bersangkutan sedang melanjutkan sekolah, sehingga kita kekurangan tenaga dokter,” ungkapnya.

Menurutnya, jika selama ini pelayanan kesehatan di Puskesmas Itlay hanya bergantung kepada tenaga perawat, tiga bidan, tiga orang tenaga administrasi dan satu perawat pembantu.

Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa penyakit yang sering warga keluhkan yakni penyakit Ispa, scabies, dan rematik.

Baca Juga : 320 Calon Jamaah Haji Asal Kota Jayapura Tertunda

Sementara untuk ketersediaan obat-obatan menurutnya masih cukup tersedia dan pihaknya rutin megajukan permintaan obat-obatan di gudang obat.

Sementara untuk layanan posyandu menurutnya selama ini berjalan dengan baik, setiap bulan petugas melakukan layanan posyandu ke kampung-kampung dengan membagi kelompok layanan.

“Setiap bulan kami rutin layani, jadi ada tiga kelompok yang akan melayani 9 kampung di distrik Itlay Hisage,” ungkapnya.

Tambahnya, untuk layanan vaksinasi Covid-19 sendiri pihak puskesmas belum bisa melakukan pelayanan karena masih minimnya kesadaran warga untuk melakukan vaksinasi, namun pihak medis akan siap melayani setiap warga yang siap mendapat vaksinasi Covid-19.

Akan Melakukan Komunikasi Dengan Dinas Kesehatan

Sementara itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua memastikan akan mengkomunikasikan kurangnya ketersediaan dokter dengan dinas kesehatan.

“Kami akan panggil kepala dinas untuk konfirmasi ini. Kami akan upayakan satu dokter untuk bisa membantu di puskesmas Itlay Hisage,” katanya.

Sementara, untuk petugas lainnya menurut bupati berdasarkan laporan sudah cukup tenaga kesehatannya, hanya tenaga dokter yang perlu dilengkapi.

Menurutnya, hal-hal inilah yang mendorong pemerintah untuk turun ke distrik dan kampung untuk mendengarkan langsung aspirasi warga.

“Kami harus langsung respon karena ini kebutuhan masyarakat di tingkat distrik yang cukup jauh, jadi kita harus melihat untuk penempatan dokter supaya masyarakat tidak harus ke kota, untuk berobat,” pungkasnya.