Negosiasi Rusia Pengaruhi Penurunan Harga Minyak Dunia
beritapapua.id - Ilustrasi Industri Minyak. (Foto: Istimewa)

Harga minyak dunia masih terus mengalami penurunan, walaupun bisa dikatakan penurunan tersebut belum cukup stabil. Harga minyak mentah dunia ini dipengaruhi oleh perkembangan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Pada hari Senin tanggal 14 Maret 2022,pukul 12.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent turun sekitar 2.72%, menjadi US$109.6 per barelnya. Di waktu yang sama, untuk minyak mentah jenis WTI, harganya turun sekitar 3.05%. menjadi US$106 per barel.

Harga minyak mentah dunia kini telah turun drastis, dari yang sebelumnya mencapai harga tertinggi di kisaran angka US$132 per barelnya, akibat invasi Rusia ke Ukraina. Pemerosotan harga minyak dunia ini terjadi sejak tanggal 9 Maret 2022 lalu.

Salah satu hal yang mendorong penurunan minyak mentah dunia adalah permintaan pejabat pemerintah Amerika Serikat kepada produsen domestik dan global. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan produksi agar pasokan minyak mentah juga bisa meningkat serta kenaikan harga akibat konflik Rusia dan Ukraina bisa dibendung.

Negosiasi Rusia Terhadap Konflik Dengan Ukraina

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa pada hari sabtu lalu delegasi Rusia melakukan negosiasi secara virtual dengan Ukraina. Negosiasi tersebut akan dipimpin oleh pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin, yakni Vladimir Medinsky.

Negosiasi pertama diadakan di wilayah Gomel Belarus pada 28 Februari lalu dan berlangsung selama 5 jam. Setelah itu yang kedua diadakan pada tanggal 3 Maret di Belovezhskaya Pushcha, juga di Belarus. Dari negosiasi tersebut dihasilkan kesepakatan tentang “koridor kemanusiaan” yang akan digunakan untuk mengevakuasi warga sipil.

Baca Juga: Kapolda Papua Minta Perusahaan Hentikan Pembangunan BTS di Daerah Rawan

Selanjutnya, delegasi dua negara itu bertemu untuk negosiasi putaran ketiga pada 7 Maret, di wilayah Brest, yang juga berada di wilayah Belarus. Kemudian pada tanggal 10 Maret lalu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dimitry Kuleba di sela-sela forum diplomatik di Antalya, Turki.

Presiden Rusia mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina. Dia mengatakan bahwa invasi Rusia tersebut dilakukan untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Pihak Rusia mengatakan bahwa pasukan Rusia tidak menargetkan kota-kota di Ukraina, namun hanya melumpuhkan infrastruktur militer Ukraina saja. Oleh karena itu, Rusia menegaskan tidak ada ancaman yang ditargetkan bagi penduduk sipil.