Nikmat Berdagang Online, Jangan Lupa Didaftarkan
Nikmat Berdagang Online, Jangan Lupa Didaftarkan

Nikmat Berdagang Online, Jangan Lupa Didaftarkan – Masa pandemi yang membuat banyak orang harus melakukan kegiatannya di rumah saja. Tak hanya memberikan dampak negatif. Seperti yang kami lansir dari portal CNN Indonesia, menurut Bank Indonesia (BI), transaksi perdagangan elektronik (E-Commerce) pada masa pandemi melonjak. Sehingga hampir menyentuh dua kali lipat nilai transaksinya dibandingkan dengan tahun 2019.

Pergeseran aktivitas masyarakat yang harus melakukan kesehariannya di rumah saja, tak hanya mengenai pekerjaan. Namun, juga pola belanja rutin primer dan juga sekunder. Semua kebutuhan yang tersedia dengan geseran jempol pada gawai pintar maupun perangkat komputer. Hal itu membuat masyarakat tak lagi harus melakukan mobilitas untuk sekadar membeli sesuatu.

Fenomena ini kemudian banyak dimanfaatkan oleh banyak orang, yang ingin terjun langsung mengambil bagian dari pasar E-Commerce. Tak hanya mereka yang memang ingin berdagang. Namun, dampak dari pandemi yang menyebabkan begitu banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga membuat banyak orang banting setir. Hal itu membuat orang untuk menjajakan produk maupun jasanya melalui E-Commerce.

Berdagang Online, Usaha Pribadi Harus Didaftarkan

Baca juga: Bagaimana Kabar Proyek Jalan Trans Papua Yang Hampir Setahun?

Mudahnya menawarkan barang dan jasa melalui E-Commerce yang disediakan secara gratis oleh penyedia layanan seperti Tokopedia, Shoppee, dan Bukalapak serta lainnya, merupakan sebuah pintu masuk bagi para pelaku usaha, baik perorangan hingga UKM dan pemain besar lainnya.

Namun, harus diingat, untuk pelaku usaha atau UKM hingga pelaku usaha besar yang bermain di ladang E-Commerce, diharuskan mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sedangkan untuk mereka yang melakukan perdagangan secara perorangan atau pribadi, maka pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 (PP 80/2019) tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), mewajibkan setiap pribadi yang melakukan perdagangan, pun harus mendaftarkan dirinya sebagai izin untuk melakukan usaha secara elektronik.

Meskipun, adanya kewajiban untuk mendaftarkan diri sebagai izin, namun melalui PP 80/2019 ini, pendaftaran tersebut sangat dipermudah. Toko online yang menjalankan usahanya secara perorangan, tidak perlu membuat SIUP kayaknya usaha-usaha lainnya, namun hanya perlu mendaftarkan usahanya dengan mendaftarkan KTP ke sistem pengajuan izin online pada laman yang telah disediakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Online Single Sumbission (OSS).

Maka dengan itu, dengan adanya tertib administrasi ini, diharapkan juga akan meminimalisir penjual-penjual atau toko-toko online yang memanfaatkan E-Commerce sebagai tempat untuk melancarkan modus untuk melakukan penipuan. Penjual bahagia, pembeli senang.