Nilai Peradaban Masyarakat Wondama Selaras Dengan Nilai Pancasila
beritapapua.id - Hendrik Syake Mambor dan Andarias Kayukatui resmi pimpin Kabupaten Teluk Wondama (foto : jubi)

Nilai Peradaban Masyarakat Wondama Selaras Dengan Nilai Pancasila – Kemarin Palaksanaan Upacara Hari Lahirnya Pancasila yang Presiden Joko Widodo pimpin secara virtual berjalan dengan lancar. Banyak pemimpin daerah yang mengikuti secara virtual pelaksanaan tersebut. Salah satunya adalah Bupati Teluk Wondama yaitu Hendrik Mambor yang turut hadir dalam pelaksanaan upacara virtual itu. Bupati Teluk Wondama sendiri mengikuti upacara virtual tersebut dari Gedung Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Wondama di Isei, Selasa (01/05/21).

Usai pelaksanaan upacara virtual tersebut, ia juga memberikan sedikit sambutan. Dalam sambutannya Hendrik Mambor menyatakan nilai-nilai tanah peradaban yang dianut masyarakat asli Wondama memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Seperti halnya Pancasila yang telah menjadi falsafah hidup rakyat Indonesia maka status tanah peradaban yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan juga layak menjadi landasan hidup masyarakat Wondama,”ujarnya.

Nilai-nilai Keadaban Manusia di Wondama

Mambor meyakini masyarakat yang hidup di Wondama memiliki nilai-nilai keadaban manusia seperti cinta kasih dan juga persaudaraan serta kerukunan. Dan hal itu ia yakini bisa menjadi benteng terkuat dan tangguh menangkal masuknya paham radikal yang mengancam kerunanan bermasyarakat.

Baca Juga : Bawaslu Mencanangkan Distrik Wanggar Menjadi Sadar Demokrasi

“Kami melihat dari sudut pandang tanah peradaban. Ikon kita adalah nilai-nilai peradaban adalah masyarakat yang baik yang hidup dalam suasana yang rukun dan damai dan hanya itu yang bisa kita lakukan untuk menangkal berbagai ancaman yang ada,” ujar Mambor.

Ia juga mengatakan memang nilai peradaban tersebut sudah tumbuh lama sejak dahulu dan terus turun menurun kesetiap generasi. Oleh karena itu ia berharap nilai itu harus tetap dipertahankan.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa Wondama bisa menggunakan nilai peradaban tersebut untuk menjalin persatuan dan kesatuan.

“Dasar (negara) kita adalah Pancasila tetapi dalam konteks daerah marilah ikon peradaban ini kita gunakan sebagai sesuatu hal yang baik untuk menjalin persatuan dan kesatuan tetapi juga bagaimana merawat kerukunan dan persaudaraan di Wondama. Saya percaya kalau itu kita dapat lakukan maka daerah ini akan menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi semua anak bangsa, “tambah dia.