No Mudik No Cry, Ngotot Mudik Kena Sanksi
Ilustrasi mudik ketika lebaran hari raya idul fitri (foto : kompas.com)

No Mudik No Cry, Ngotot Mudik Kena Sanksi – Tahun 2021 menjadi tahun kedua kita harus menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi covid-19. Ini berarti sejumlah protokol kesehatan diterapkan untuk membatasi mobilitas masyarakat, yang biasanya gempita ketika Ramadan tiba.

Aturan dan pembatasan ini bahkan ditetapkan dengan sebuah surat edaran, lengkap dengan sanksi bagi yang melanggar. Mudik tahun 2021, sepenuhnya dilarang oleh pemerintah dengan menghentikan sejumlah operasi layanan transportasi publik.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) secara resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Ngotot Mudik? Sanksi Menanti

SE yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Doni Monardo ini memberikan sejumlah batasan yang dirangkum sebagai berikut:

  • Larangan mudik lebaran 2021 berlaku efektif mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021
  • Peniadaan mudik untuk sementara bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api, kapal laut dan udara
  • Larangan berlaku antar kota/kabupaten, provinsi maupun internasional sebagai upaya pengendalian mobilitas masyarakat
  • Larangan tidak berlaku bagi transportasi yang mendistribusikan barang
  • Mereka yang diperbolehkan bepergian adalah untuk kepentingan dinas yang mendesak atau dengan alasan kesehatan yang harus dapat dibuktikan dengan perjalanan dinas atau surat lainnya yang berhubungan
  • Mereka yang diharuskan melakukan perjalanan dinas, dan mereka yang dikecualikan dalam larangan, harus menjalani isolasi mandiri di tempat tujuan selama 5×24 jam

Baca Juga : Sering Pusing saat Puasa? Perhatikan Hal Ini

Bagi mereka yang memaksakan keinginan untuk melakukan mudik dengan upaya-upaya penyelundupan akan diberlakukan sanksi denda, maupun kurungan. Hal ini sebagai upaya preventif sebagaimana yang ditemukan tahun lalu, banyak sekali masyarakat yang bermudik dengan modus ikut dalam pengangkutan barang.

Satgas Covid-19 Daerah Disiagakan

Selain itu, seluruh Satgas Covid-19 di tingkatan daerah disiagakan untuk memantau serta melakukan pembinaan pada setiap potensi kerumunan. Penegakan disiplin, pemberian sanksi hingga pembubaran kerumunan merupakan kewenangan yang diberikan bagi satgas untuk menindak mereka yang melanggar.

Mudik atau Mulih Ndisik, atau Kembali Udik, tidak harus secara harafiah. Bertemu muka dengan sanak saudara dengan memanfaatkan teknologi pun bisa bermanfaat. Di tengah pandemi yang masih berkecamuk, tak ada salahnya kembali kita menahan hawa nafsu untuk bisa bepergian.