Novel Baswedan Meminta Pelaku Penyiraman Air Keras Dibebaskan
beritapapua.id - Novel Baswedan Meminta Pelaku Penyiraman Air Keras Dibebaskan - JawaPos

Novel Baswedan yang menjadi korban penyiraman air keras, meminta kedua pelaku yang melakukannya untuk dibebaskan. Kedua pelaku yang dimaksud adalah Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. Sebelumnya kedua terdakwa tersebut telah dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

Melalui akun twitternya @nazaqistsha pada (15/6/2020), Novel menuliskan bahwa dia tidak yakin kedua orang tersebut adalah pelaku yang sebenarnya.

“Ketika saya tanya saksi-saksi yang melihat pelaku dibilang bukan itu pelakunya. Apalagi dalangnya ? Sudah, dibebaskan saja daripada mengada-ngada,” tulis Novel dalam cuitannya.

Novel juga mengatakan bahwa baik jaksa dan penyidik tidak ada yang bisa menjelaskan kaitan antar pelaku dan bukti. Dia pun meminta keduanya untuk dibebaskan. Cuitannya ini kemudian menjadi viral dengan total retweet sebanyak 16800 kali, komentar sebanyak 1100 kali dan like sebanyak 40700 kali.

Novel pun kembali bercuit pada (16/6/2020) bahwa dia sejatinya sudah memaafkan serangan air keras kepadanya. Namun dia tetap meminta agar proses hukum tetap berjalan .

“Karena bisa terjadi pada siapapun dan mengancam orang-orang yang berani berjuang dan kritis bagi bangsa dan negara,” tulisnya.

Dia pun meminta masyarakat agar terus bersuara agar hukum bisa berdiri tegak.

Baca Juga: Papua Masuk Zona Merah, Aktivitas Sekolah Belum Dibuka

Refly Harun: Kedua Terdakwa Penyerang Novel Baswedan Harus Dibebaskan

Sebelumnya pada Minggu (14/6/2020), Pakar Tata Hukum Negara Refly Harun mendatangi rumah Novel Baswedan. Refly pun menjabarkan isi pertemuan tersebut melalui channel YouTubenya.

Novel Baswedan Meminta Pelaku Penyiraman Air Keras Dibebaskan
beritapapua.id – Novel Baswedan Meminta agar Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette Dibebaskan

Refly mengatakan bahwa dia telah bertanya kepada Novel soal pelaku penyiraman air keras. Novel mengatakan pada Refly bahwa dia tidak yakin kedua orang tersebut adalah pelaku yang sebenarnya.

Refly pun menegaskan bahwa keduanya harus dibebaskan dari tuntutan jika memang bukan pelaku sebenarnya. Namun Refly meminta keduanya harus diperiksa lebih jauh agar otak penyerangan Novel terungkap.

Refly juga menambahkan bahwa keduanya bisa tetap dihukum dengan delik memberi keterangan palsu dan menghalangi proses hukum.

“Penegakkan hukum harus selurus-lurusnya, tidak boleh bengkok. Tidak boleh menyalahkan orang yang tidak salah, tidak boleh juga membenarkan orang yang salah,” kata Refly.