NPC Papua Incar Medali Emas Namun Masih Kekurangan Atlet
beritapapua.id - Ketua Tim Monev Pembinaan dan Prestasi NPC Papua, Prof. Saharudin Ita (kanan), bersama Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma (kiri) (foto : jubi)

National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Papua terus melakukan evaluasi dan memantapkan strategi menuju sukses prestasi di event Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI. Salah satu fokus mereka saat ini ialah cabang olahraga atletik.

Pasalnya, meskipun mengincar banyak medali emas di cabang olahraga atletik, namun NPC Papua masih kekurangan atlet.

Ketua Tim Monev Pembinaan dan Prestasi NPC Papua, Prof. Saharudin Ita, menjelaskan atletik merupakan salah satu cabor primadona dan menjanjikan karena menggelar 201 nomor pertandingan. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kata dia, NPC Papua setidaknya membutuhkan minimal 30 persen dari jumlah nomor pertandingan tersebut.

“Atletik adalah nomor primadona buat kita. Total nomor pertandingan itu ada 201. Kalau kita mau yang terbaik, kita harus ambil minimal 30 persen dari angka itu, sekitar 60-70 medali emas. Ini yang harus kita lihat real-nya di lapangan. Verifikasi dan nomor sama atletnya ada tidak. Ini harus diselesaikan dulu pembagian pelatih dan atlet. Jangan ada pelatih yang menjelajah dan tidak fokus di satu nomor saja. Dia harus tanggung jawab supaya bisa dievaluasi dengan mudah. Selain itu juga kita akan melakukan kelonggaran periodesasi,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (26/6/21).

Ia juga mengungkapkan komposisi NPC Papua masih belum mumpuni untuk cabor atletik, karena mereka masih kekurangan atlet yang sudah berpengalaman.

“Di atletik ini atlet kita tidak mumpuni karena kurang adanya event. Untuk mencari atlet difabel tidak gampang dan banyak yang tidak terbuka. Tidak seperti atlet yang normal. Difabel ini adalah merupakan satu usaha pemerintah untuk tidak mengekang harkat dan prestasi anak walaupun difabel. Kebetulan di tahun ini kita tuan rumah. Kita mau yang terbaik dan setelah itu kita harus kerja keras lagi untuk memasyarakatkan NPC ini ke daerah-daerah terpencil. Dari 201 nomor pertandingan, kita tidak ada sepertiganya. Jadi kalau 15 persen difabelnya dari sekian juta. Kualitas nanti dulu karena kita masih bicara kuantitas. Kita masih kekurangan,” bebernya.

NPC Papua Belum Miliki Banyak SDM Pelatih

Selain itu, dirinya juga mengakui jika di nomor atletik NPC Papua belum memiliki banyak SDM pelatih yang sesuai standar.

“Pelatih sudah ada dan kita sudah berikan pelatihan teknis, tapi kita masih kurang di nomor lempar. Tidak semua klasifikasi ada. Kita punya atlet dan pelatih ada, tapi tidak banyak dan belum begitu terlatih. SDM pelatih dua cabor ini yang kurang, yakni di atletik dan renang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma, mengatakan pihaknya baru saja mengadakan pertemuan dengan para pelatih dan asisten pelatih di cabor atletik untuk melakukan evaluasi. Pasalnya, ada beberapa nomor pertandingan yang tak masuk dalam Technical Handbook (THB).

Baca Juga : Manajemen Persipura Jayapura Masih Menunggu Kepastian Piala AFC

“Saya mendapatkan informasi bahwa ada nomor unggulan kita yang nomornya tidak keluar dalam THB, pada nomor yang sebenarnya bisa menyumbangkan medali. Ini yang harus disampaikan kepada para pelatih di cabor karena ini merupakan unggulan, oleh karena itu kita lakukan pertemuan. Saya mau menyampaikan supaya dibuat klasifikasi,” kata H. Jaya Kusuma.

“Masih ada nomor-nomor yang belum terisi dan itu kami harus segera mengisi yang masih kosong itu. Nomor spesial itu juga kita akan berusaha untuk dipertandingkan dan kita harus ikut, karena kita ruan rumah jadi memang harus ikut. Ini yang perlu kita sampaikan kepada pelatih. Masing-masing nomor harus beda pelatihnya supaya bisa fokus. Pembagian porsi penanganan atletnya, kalau masih kurang yah akan kita tambah lagi,” pungkasnya.