NPC Papua Melantik Pengurus Kota Kabupaten Jayapura dan Keerom
Ketua NPC bersama Bupati Jayapura (foto : jubi.co.id)

Pengurus cabang National Paralympic Committee (NPC) di Provinsi Papua bertambah menjadi 7, usai melantik pengurus Kota Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, Sabtu (27/3/21).

Memimpin langsung prosesi pelantikan, Ketua NPC Papua, Jaya Kusuma mengatakan, pelantikan pengurus cabang NPC Kota Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom tidak terkesan terlambat, tapi membutuhkan sosialiasi agar organisasi yang mewadahi atlet disabilitas itu bisa dikenal selayaknya organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Di Provinsi Papua sebelumnya sudah terbentuk 4 pengurus cabang NPC Kabupaten yang pertama Jayawijaya, Yahukimo, Mamberamo Tengah dan Merauke. Sekarang ditambah 3 Pengcab jadi semua baru 7 jumlahnya,” kata Jaya Kusuma.

“Ini tidak terkesan terlambat tapi butuh sosialisasi, karena orang yang mengurus ini harus bekerja dengan hati. Saya mengalami itu. Sebelum kita berpisah dengan KONI, kita sudah berada di bawah naungan KONI waktu Poncanas 2004. Waktu itu hanya 2 cabor saja kita ikut, atletik dan renang, tetapi kita buktikan diri kita, kita dibantu Gubernur Jaap Solossa membawa 32 orang atlet dan official, dan kita berada di peringkat ke-11 di Indonesia waktu itu,” tambahnya.

Ketua NPC Papua : Membina dan Melatih Atlet Disibilitas Bukan Pekerjaan Mudah

Jaya menuturkan, kepengurusan NPC butuh orang-orang yang bekerja tulus dan sungguh-sungguh untuk mengangkat harkat dan martabat para atlet disabilitas. Sebab menurutnya, membina dan melatih atlet disabilitas bukanlah pekerjaan mudah.

“Melatih atlet disabilitas tidak gampang, karena faktor mental. Yang kita latih itu tuna grahita, tuna wicara, tuna daksa, dan tuna netra. Untuk itu, butuh hati yang tulus dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Baca Juga : Beras Petani Merauke Ditolak, Bupati Mbaraka Ancam Bulog

Ketua NPC Kota Jayapura, Marinus Melianus Youwe yang juga merupakan atlet NPC menyampaikan keluh kesahnya. Sebagai atlet yang pernah mencapai peringkat ke-9 dunia di cabor renang para games itu meminta adanya perhatian serius dari pemerintah guna mewujudkan prestasi.

“Kami minta ada dukungan untuk mengejar prestasi. Para pengurus NPC yang baru dilantik, prestasi tanpa dukungan tidak akan maju, karena ada event yang menunggu kami di depan. Kami meminta dukungan dari pemerintah Kota Jayapura. Ke depan semua pihak yang terlibat dalam kepengurusan nanti bisa sama-sama membangun prestasi di Kota Jayapura,” ujar Melianus.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih (Uncen), Saharudin Itaa menuturkan, dalam beberapa waktu ke depan, Papua akan memasuki momen bersejarah dunia olahraga di Indonesia.

Kesetaraan Para Atlet di Mata Dunia

Ia menekankan, bukan hanya kesiapan infrastruktur dan mensukseskan penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI yang tuan rumah Papua harapkan. Tetapi, kesetaraan derajat para atlet normal dan atlet disabilitas di mata dunia harus menjadi target utama.

“Ini suatu momen bersejarah di saat menjelang pelaksanaan iven terbesar di Indonesia PON dan Peparnas, artinya dalam dunia olahraga tidak ada lagi perbedaan antara yang normal dan yang kebutuhan khusus, semua derajatnya sama. Saya yakin dan percaya bahwa situasi itu yang tidak membedakan antara yang normal dan difabel,” pesannya.

Menurutnya, pengurus ini akan menjadi pionir yang akan tergabung mensukseskan prestasi.

“Melalui olahraga harkat dan martabat atlet difabel bisa terangkat, lewat olahraga dalam waktu singkat. Artinya, olahraga untuk seluruhnya. Kembali ke citra manusia, setiap individu semua sudah dikaruniai dengan talenta masing-masing, pada dasarnya semua manusia sama. Jadi tidak ada yang mustahil bagi para atlet difabel,” pungkasnya.