Ojek Online Diperbolehkan Bawa Penumpang
beritapapua.id - Ojek Online Diperbolehkan Bawa Penumpang - Ayo Jakarta

Ojek Online Diperbolehkan Bawa Penumpang – Gubernur Jakarta, Anies Baswedan telah resmi memperbolehkan ojek online (ojol) untuk membawa penumpang. Sebelumnya, ojol dilarang membawa penumpang dikarenakan Jakarta menerapkan PSBB. Senin (8/6), Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Nomor 15 Tahun 2020 tentang pengedalian sektor transportasi untuk pencegahan covid-19, disebutkan bahwa ojol diperbolehkan kembali membawa penumpang namun harus mematuhi protokol yang telah diterapkan. Protokol ini berlaku untuk pengemudi ojol, maupun penumpang yang dibawa. Protokol yang dimaksud antara lain, baik pengemudi maupun penumpang wajib menggunakan masker. Penumpang diwajibkan membawa helm sendiri dan pengemudi ojol diwajibkan menjaga kebersihan kendaraan secara rutin.

Di Jakarta sendiri, beberapa daerah sudah masuk kedalam kategori zona hijau dan kuning. Untuk daerah ini, ojol diperbolehkan membawa penumpang. Namun khusus untuk zona merah, dimana di daerah tersebut diberlakukan PSSB lokal, ojol tetap dilarang untuk membawa penumpang.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan dengan ketat terhadap kebijakan ini. Ojol yang kedapatan melanggar protokol, bisa dikenakan sanksi teguran, denda, ataupun pemberhentian dari penyedia jasa aplikasi.

Sementara untuk daerah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek), jasa ojol masih dilarang untuk membawa penumpang. Berdasarkan surat yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Jawa Barat, ojol masih hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang. Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanggulangan Coronavirus Disase 2019 (COVID-19) di Wilayah Jawa Barat, dalam Pasal 16 ayat (7) dan (8) disebutkan bahwa angkutan sepeda motor online atau berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang.

 Baca Juga: Kasus Covid-19 Papua Barat didominasi pasien usia Produktif

Disambut dengan Gembira

Kebijakan yang memperbolehkan ojol untuk membawa penumpang, disambut gembira oleh para pengemudi ojol. Pasalnya, selama ini mereka hanya diperbolehkan mengangkut barang. Hal ini berimbas ke pendapatan yang mereka terima sehari-harinya. Beberapa pengemudi ojol yang ditemui mengatakan bahwa mereka akan mengikuti protokol yang telah ditetapkan Pemprov DKI.

Namun kebijakan ini tetap mendapatkan kritik karena dinilai keliru. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memandang keputusan yang memperbolehkan ojol untuk mengangkut penumpang, adalah keputusan yang berisiko bagi kesehatan ojol dan penumpang yang diangkut. Ketua Petugas Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan bahwa keputusan ini akan berdampak pada peningkatan potensi penyebaran covid-19 di Jakarta.