OJK: Kepemilikan Saham Masyarakat Papua Alami Peningkatan
Beritapapua.id - OJK: Kepemilikan Saham Masyarakat Papua Alami Peningkatan - Antara

OJK: Kepemilikan Saham Masyarakat Papua Alami Peningkatan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengklaim kepemilikan saham masyarakat Papua mengalami peningkatan. Namun, penigkatan ini justru terjadi dalam kondisi penyebaran pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk tanah Papua.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak dalam keterangannya di Jayapura, Jumat (25/09/2020). Adolf mengatakan kondisi tersebut tercermin dari kepemilikan saham investor yang tumbuh mencapai angka dua digit.

“Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2020, nilai kepemilikan investor di Papua mencapai Rp467,83 miliar atau tumbuh sekitar 17,79 persen jika dibandingkan dengan posisi Juli 2019. Padahal, kepemilikan investor di bursa saham nasional mengalami penurunan sebesar 12,54 persen,” Jelas Adolf.

Adolf menjelaskan dari total investor Papua, sebanyak 9.179 investor memilih investasi saham sebagai instrumen investasinya. Yang mana jumlah tersebut meningkat 2.180 investor pada sepanjang tahun 2020. Selain itu, pada posisi Juli 2020 sebanyak 8.662 investor memilih instrumen reksadana atau tumbuh 97,9 persen. Yakni sebanyak 4.285 investor reksadana baru dibandingkan dengan posisi Juli 2019.

Baca Juga: Presiden Meminta Ketegasan Kapolri Soal Protokol Kesehatan

Masyarakat Papua Mulai Berinvestasi Pasar Modal

OJK: Kepemilikan Saham Masyarakat Papua Alami Peningkatan
Beritapapua.id – OJK: Kepemilikan Saham Masyarakat Papua Alami Peningkatan – Papua Today

Menurut Ketua OJK Provinsi Papua dan Papua Barat ini, masyarakat Papua sudah mulai berinvestasi di Pasar Modal. Hal ini terlihat dari jumlah investor pasar modal juga mengalami pertumbuhan. Yang mana per Juli 2020, sudah sebanyak 14.766 investor berinvestasi. Atau meningkat 51,52 persen dibandingkan dengan posisi Juli 2019. Persentase peningkatan jumlah investor tersebut berada di atas nasional yang tumbuh 49,73 persen.

Lebih lanjut Adolf juga menjelaskan secara terperinci masyarakat Kabupaten Merauke juga sudah berinvestasi di pasar modal. Yang mana jumlahnya mencapai 1.267 investor dengan nilai kepemilikan saham sebesar Rp116,47 miliar.

“Dilihat dari pertumbuhan investor pasar modal khususnya Provinsi Papua dan Kabupaten Merauke. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Tanah Papua sudah semakin ‘aware’ dan paham akan pentingnya investasi dalam rangka mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera,” Ujar Adolf.

Sebelumnya, OJK Provinsi Papua dan Papua Barat bersama Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Papua dan Universitas Musamus Merauke bersinergi melaksanakan kegiatan Webinar. Kegiatan tersebut mengusung tema “Peluang dan Tantangan Investasi Pasar Modal di Masa Pandemik”.