Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman
beritapapua.id - Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman - Karikatur karya @hariprast (Twitter)

Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman – Netizen Indonesia tentu familiar dengan karikatur di atas. Sebuah karikatur yang menggambarkan moment unik selebrasi Hanifan Yudani Kusumah, atlit pencak silat Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018. Terlihat ia merangkul dua tokoh nasional yang hadir menyaksikan partai puncak cabang olahraga pencak silat Asian Games 2018 kelas C putra 55-60 kg. Kedua tokoh nasional tersebut hadir untuk memberi dukungan kepada Hanifan yang berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Nguyen Thai Linh dari Vietnam dengan skor 3-2.

Kemenangan beserta momen selebrasi Hanifan tersebut layak masuk dan tercatat dengan tinta emas ke dalam sejarah prestasi olahraga Indonesia. Pasalnya, kemenangan itu tak hanya menambah perolehan medali emas Asian Games 2018. Kemenangan itu juga membantu meredakan tensi politik kedua tokoh Joko Widodo dan Prabowo tengah berkontestasi dalam Pilpres 2019 yang lalu. Pelukan Hanifan yang begitu simbolik akan persatuan dan kesatuan negara mengingatkan kita akan arti sebuah bangsa. Hanifan pun mengatakan bahwa pelukan tersebut adalah cerminan filosofi dalam olahraga pencak silat yakni silaturahmi, sholat, dan sholawat.

Olahraga dapat menjadi media pemersatu serta berfungsi membangun solidaritas dan sportivitas antar kedua sisi yang berkompetisi. Dalam kehidupan bermasyarakat, olahraga bermanfaat dan berdampak positif secara sosial. Memupuk rasa persahabatan, hormat dan menghargai upaya orang lain. Melatih kerja sama, menguatkan kebersamaan, dan meningkatkan toleransi.

Baca Juga: Tradisi Tumbilotohe, Malam Seribu Cahaya di Gorontalo

Liveropool FC Ikut Tunjukan Solidaritas

Contoh nyata olahraga yang mampu membangun solidaritas antar sesama dapat terlihat misalnya pada unggahan akun Twitter resmi klub sepakbola asal Inggris, Liverpool FC. Liverpool mencoba bersuara atas kasus rasialisme yang baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat. Pesan “Unity is strength” disertai tagar BlackLivesMatter dalam unggahan itu menggambarkan bahwa melalui sepakbola, selalu mengutamakan persatuan kesatuan dalam keberagaman. Olahraga yang bersifat universal, milik bersama, dan dapat dinikmati/dilakukan oleh semua kalangan tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun ras bangsa manapun.

Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman
beritapapua.id – Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman – (sumber: Twitter)

Sama halnya dengan dengan unggahan akun Twitter resmi klub basket Los Angeles Lakers yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat. Postingan ini merupakan salah satu reaksi dari dunia olahraga basket atas kejadian rasialisme di Amerika Serikat yang dianggap mencederai nilai-nilai sakral dalam olahraga.

Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman
beritapapua.id – Olahraga Menjadi Simbol Persatuan dan Suara Keberagaman – (sumber: Twitter)

Olahraga tidak hanya memberi manfaat kesehatan jasmani dan rohani namun secara sosial mampu mengikat persatuan dalam keberagaman. Sejatinya, olahraga harus menjadi momentum untuk memupuk persaudaraan, membangun solidaritas, dan menjauhkan dari tindakan tidak terpuji yang mencederai semangat olahraga. Olahraga memberi asupan kekuatan bagi kita dalam kehidupan bermasyarakat yang mengajarkan mengenai persatuan dan hidup dalam kesatuan sebagai sebuah tim dengan satu tujuan bersama.