OPM Ajak Indonesia Gencatan Senjata
beritapapua.id - Letjen Jeffrey Bomanak, TPNPB-OPM di Victoria (You Tube)

Kelompok Tentara Pembebasan Nasional (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) belakangan ini kerap melakukan penyerangan di wilayah pegunungan tengah Papua. Saat ini TPNPB-OPM menawarkan opsi gencatan senjata. Hal tersebut disampaikan terkait terjadinya penularan virus Corona atau Covid-19 di wilayah operasi mereka.

“Ajakan gencatan senjata benar, demi kemanusiaan, Indonesia harus setuju. Supaya rakyat hanya waspada virus Corona saja, jangan lagi mereka ketakutan akibat operasi I militer yang dilakukan TNI/Polri,” ucap Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambon dikutip dari CNNIndonesia.com.

Meski begitu, Sebby menyatakan pihaknya tak lansung menyampaikan ajakan gencatan senjata ini kepada pihak Indonesia. Alasannya kata dia Indonesia adalah musuh dan tak elok jika pihanya bertemu hanya untuk menyampaikan pesan tersebut.

“Kami kelompok musuh, jadi pernyataan kami lewat media itu cukup. Kasihan rakyat takut Covid-19 kah atau takut kehadiran pasukan militer dan polisi Indonesia dalam jumlah besar,” Ucap Sebby. Dia menuturkan ada syarat yang harus dipenuhi Indonesia jika gencatan senjata hendak disetujui. Pemerintah Indonesia harus menarik semua pasukan militer baik dari unsur TNI maupun Polri di Papua.

Ia juga mengingatkan bahwa jika permintaan gencatan senjata dan ditariknya pasukan dari pegunungan Papua tak dipenuhi, saling serang akan menimbulkan jumlah pengungsi yang sangat banyak dan meningkatkan potensi penularan. “Kami harap Indonesia mematuhi seruan Sekjen PBB Antonio Guterrez untuk gencatan senjata global di seluruh penjuru dunia.” Ucap Sebby.

Baca Juga: KPK Periksa Pejabat BI Dalam Kasus Minyak Mentah dan Kilang Petral

TPNBP-OPM Bertujuan Membesarkan Kelompoknya

Dalam sebuah rilis yang dikirimkan oleh Sebby, TPNBP-OPM yang oleh Indonesia disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), mendesak agar perusahaan tambang PT. Freeport ditutup sementara hingga wabah Covid-19 berakhir..

TPNPB Sejak beberapa bulan belakangan menggencarkan serangan di wilauah pegunungan Papua, utamanya untuk mengganggu operasional PT. Freeport. Kasus terakhir terjadi pada bulan Maret lalu, mereka menyerang kantor Freeport di Kuala Kencana. Kabupaten Mimika dan membunuh satu WNA asal Selandia Baru.

Menurut Kepala Polisi Daerah (Kapolda) mengatakan melalui aksi penyerangan dan penembakan terhadap karyawan dan perkantoran PT. Freeport Indonesia, KKB Kali Kopi hanya ingin memberi pesan kepada berbagai pihak bahwa mereka ada. “Indikasinya jelas, dia mau menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka memiliki eksistensi. Tujuannya mereka hanya mau membesarkan kelompoknya saja untuk di akui. Jadi untuk minta pengakuan. Itu yang kami sadari, lebih dari itu tidak” sebut Irjen. Waterpauw.