P2TIM Teluk Bintuni Mencetak Sejarah Sumber Daya Manusia
Beritapapua.id - Petrus Kasihiw bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Moeldoko. Foto/Dok

P2TIM Teluk Bintuni Cetak Sejarah Sumber Daya Manusia – Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw MT, menyambangi kantor Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko di komplek Istana Kepresidenan (Selasa 28/1). Petrus manyampaikan potensi SDM di daerahnya sudah semakin berkualitas.

Teluk Bintuni adalah kabupaten berpenduduk 76.013 jiwa (berdasarkan data BPS 2018). Teluk Bintuni memiliki luas wilayah 18.637,00 km² yang terdiri dari 28 distrik, termasuk 4 distrik baru dan 260 kampung, dan kelurahan. Kabupaten Teluk Bintuni mempunyai potensi dengan sumber yang variatif. Dari produk pertambangan seperti industri migas dan batubara, perikanan berupa udang dan kepiting,  perhutanan seluas 1,7 juta hektar dan perkebunan.

Petrus juga melaporkan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebanyak 5,5% di tahun 2018. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membaik  62,39 (2018), PDRB Per Kapita tanpa MIGAS meningkat 32.908.969 (2018), tingkat kemiskinan menurun 31,30 (2018) dan tingkat pengangguran menurun 5,93% (2018).

Petrus menyampaikan bahwa saat ini dia fokus dalam prioritas pembangunan daerah yaitu pengarusutamaan pengentasan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan jangkauan pendidikan dan kesehatan, pengembangan potensi ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah, konservasi SDA dan lingkungan berlanjut, akselerasi percepatan pembangunan infrastruktur sosial, budaya dan ekonomi, penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif, pengembangan wilayah perkotaan pusat ibu kota kabupaten Teluk Bintuni, penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta pembentukan dan pengembangan BUMD.

Petrus juga menyampaikan bagaimana Pusat Pelatihan Teknik Industri Dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM–TB) yang dioperasikan oleh Petrotekno merupakan satu-satunya pusat pelatihan tenaga kerja industri di Indonesia Timur. Pusat Pelatihan tersebut terletak di ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni. Petrus mengatakan, “Kehadiran P2TIM Teluk Bintuni yang dioperasikan Petrotekno merupakan lompatan sejarah dalam investasi di bidang pengembangan SDM di Papua.”

Baca Juga: Keragaman Bahasa Daerah Tertinggi di Indonesia

Tujuan Diadakannya Pusat Pelatihan Di Kabupaten Bintuni

1. Menciptakan Tenaga Kerja yang Handal

Pusat pelatihan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni ini didesain untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan tenaga kerja industri dan migas yang berkompeten. Tidak hanya itu, Pusat Pelatihan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil siap pakai di Papua Barat. Termasuk di dalamnya Kabupaten Teluk Bintuni dalam menunjang Investasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

2. Memberikan Kesempatan Bagi Generasi Muda Papua

P2TIM Teluk Bintuni yang dioperasikan oleh Petrotekno memberikan kesempatan bagi generasi muda Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni, untuk meraih masa depan yang lebih baik. Program pelatihannya pun tidak tanggung-tanggung karena terakreditasi secara nasional dan internasional.

“Jadi Bapak, saya sebagai Bupati Teluk Bintuni ingin menyampaikan bagaimana keseriusan dan komitmen pemerintah daerah Teluk Bintuni dalam membangun SDM yang ada di Teluk Bintuni. Salah satunya lewat program pelatihan ini. Siswa yang mengikuti pelatihan selama 3,5 bulan akan mendapatkan sertifikasi pelatihan ECITB (Engineering Construction Industry Training Board) yang merupakan lembaga akreditasi internasional untuk sektor engineering dan konstruksi yang berbasis di United Kingdom Inggris dan juga BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) lembaga akreditasi nasional yang mensertifikasi tenaga kompeten sesuai dengan bidang keahliannya.” ujar Petrus.

“Dalam waktu dekat, pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni pun akan mengembangkan pertanian lebih luas lagi. Selain untuk lebih memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat di Teluk Bintuni terutama mama–mama di Teluk Bintuni, pemerintah daerah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggaet pemuda pemudi untuk ikut serta dalam program pertanian ini. Agar menjadi masyarakat yang madani selain ingin ikut mensukseskan visi misi Presiden Jokowi yaitu Menuju Indonesia Maju.” imbuh Petrus.

“Bulan Juni kami ada juga Festival Mangrove Bapak. Semua pihak termasuk masyarakat adat dan aktivis lingkungan akan dilibatkan dalam pengelolaan Festival Mangrove. Saya dan pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni ingin dunia tahu betapa indahnya Teluk Bintuni dengan beragam adat istiadat dan keindahan alamnya.” kata Petrus.

Pendapat Moeldoko Mengenai Upaya Petrus Kasihiw dalam Membangun Teluk Bintuni

Moeldoko sangat mengapresiasi pemaparan Bupati Teluk Bintuni. “Saya sangat mengapresisi upaya maksimal pemerintah kabupaten Teluk Bintuni dalam membangun daerahnya. Tidak hanya pembangunan infrastruktur namun SDM. Pemerintah akan kawal penyerapan tenaga kerja dari anak–anak bangsa di daerah Indonesia Timur. Terutama Direct Affected Village atau anak–anak dari daerah yang terkena dampak langsung proyek strategis nasional. Semoga kedepannya semakin banyak anak bangsa yang mempunyai keterampilan khusus sesuai dengan industri yang ada didaerahnya. Pemerintah pun akan mengawal upaya serius pemerintah daerah dalam membangun pertanian untuk kesejahteraan masyarakatnya.” ujar Moeldoko sebagai penutup pertemuan tersebut.