P2TIM Wajah Baru Teluk Bintuni Sebagai Kawasan Industri
beritapapua.id - P2TIM Wajah Baru Teluk Bintuni Sebagai Kawasan Industri

Sekolah teknik dengan fasilitas lengkap serta tenaga pengajar yang mumpuni merupakan salah satu tolak ukur yang bisa dijadikan ukuran keseriusan sekolah tersebut. Ditambah lagi dengan ketersediaan berbagai jenis sertifikasi yang akan sangat berguna bagi para kandidat. Hal tersebut diwujudkan oleh Petrotekno dan pemerintah kabupaten Teluk Bintuni, dengan membangun Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM). Ini dilakukan untuk menciptakan dan memberdayakan  anak-anak Papua yang bisa bekerja dan berkarya di perusahaan migas.

Teluk Bintuni khususnya, dan Papua pada umumnya telah menjadi salah satu kawasan yang direncanakan untuk menjadi pusat minyak dan gas di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, akan sangat baik jika orang-orang yang bekerja dan terlibat dalam perusahaan migas ini nantinya merupakan anak-anak daerah Papua itu sendiri. Pusat pelatihan ini dibangun juga sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan sumber daya dan mengurangi pengangguran.

Baca Juga: WNI Yang Tetap Berada Di Wuhan

Lulusan P2TIM Sebagai Harapan Untuk Membangun Papua

P2TIM melakukan perekrutan untuk kepelatihan selama kurang lebih 4 bulan. Dalam angkatan pertama setidaknya ada 100 orang yang telah lulus dan telah bekerja diberbagai perusahaan nasional maupun internasional. Para kandidat tidak hanya berasal dari Teluk Bintuni tetapi juga daerah sekitar. Lulusan ini menjadi sebuah harapan bagi masyarakat Papua bahwa dibekali dengan sarana dan pelatihan yang baik, maka Papua tidak hanya unggul dalam urusan sumber daya alam saja, tetapi juga sumber daya manusia. Pusat pelatihan ini juga merupakan sebagai penanda untuk kebangkitan Papua dalam mengahadapi kemajuan teknologi dan zaman yang terus dinamis.

Teluk Bintuni juga kemudian menjadi kawasan transisi. Berubahnya wajah Teluk Bintuni yang saat ini tidak hanya menjadi kota yang berbudaya dengan warisan turun temurun. Tetapi kemudian juga menjadi kota industri karena sumber daya alam yang melimpah. Baik itu aktivitas pertanian, kelautan, mangrove. Tidak hanya banyak pendatang yang kemudian pindah dan bermukim di Bintuni, tetapi juga dari sisi pembangunan layanan publik yang semakin lengkap. Adanya pusat pelatihan ini juga menjadi penguat bahwa Teluk Bintuni telah mempersiapkan diri untuk menjadi kawasan yang potensial, layak, dan mampu bersaing.