Paket Sembako Mulai Dibagikan Pemkab Teluk Bintuni Untuk Masyarakat
beritapapua.id - Paket Sembako Mulai Dibagikan Pemkab Teluk Bintuni Untuk Masyarakat - PapuaDalamBerita

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat pada hari Minggu, 12/4/2020 mulai membagi sembako kepada masyarakat sebagai penunjang kebutuhan hidup di tengah masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Dampak ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 mulai menunjukkan efeknya bagi masyarakat Teluk Bintuni. Oleh karena itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT, segera melakukan solusi jangka pendek sebagai penunjang keberlangsungan hidup masyarakat Teluk Bintuni.

Sekitar 200 paket sembako yang bersumber dari dana Bansos Teluk Bintuni disebarkan oleh jajaran Pemkab. Kegiatan tersebut berlangsung di lima titik yang menjadi akses masuk darat Teluk Bintuni, dari Kampung Botai sampai Kampung Muturi.

“Lima kampung ini merupakan pintu masuk akses darat sehingga mereka didahulukan,” ujar Petrus.

Baca Juga: Pasar Online Teluk Bintuni, Peran Masyarakat Memutus Rantai Covid-19

Sembako Mulai Dibagikan Hari Senin, 13 April 2020

Pada hari Senin, 13/04/2020 secara serentak sembako akan dibagikan di Distrik Bintuni, Manimeri, Bintuni Timur dan Distrik Babo. Bantuan sembako yang berisikan beras, minyak goreng, mie instan, gula, garam dan lainnya setara Rp400 – Rp500 ribu ini akan dilakukan secara bertahap hingga distribusi bisa merata dirasakan seluruh masyarakat Teluk Bintuni.

Dan untuk desa dan distrik lain yang tidak menerima bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, bupati telah menginstruksikan kepala-kepala pemerintahan tingkat kampung, agar bisa sebagian dari Dana Padat Karya dan Dana Desa untuk dialokasikan sebagai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desanya masing-masing.

“Saya sudah perintahkan Kepala Kepala Kampung definitif untuk mengunakan Dana Desa, sedangkan Kampung Pemekaran akan dibantu dari Dana Padat Karya. Dan Pemda akan memback up melalui tim penanganan dampak covid-19 yang dipimpin oleh Asisten II,” imbuh Petrus.

Orang nomor satu di “Negeri Sisar Matiti” ini juga terus menerus mengajak masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah agar bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini.

“Untuk itu kami berharap, 14 hari kedepan masyarakat tidak keluar rumah kalau tidak ada urusan penting. Tinggal saja dalam rumah, karena kita semua mengikuti perintah Presiden. Namun kalau ada urusan yang penting, maka harus gunakan masker. Sampai 14 hari kedepan akan ditinjau kira kira hasilnya seperti apa nantinya,” harap Bupati.

Kekhawatiran akan adanya kesulitan untuk memutus rantai penyebaran virus ini, tampak dari masih beredarnya informasi yang keliru serta abainya sebagian masyarakat terhadap kiat-kiat yang sering disosialisasikan oleh pemerintah kabupaten maupun Satgas Covid-19, terutama mengenai social distancing atau jaga jarak fisik.

“Intinya masyarakat jangan resah dan mengikuti arahan pemerintah. Jangan berkumpul di satu tempat, cuci tangan dengan sabun. Pemerintah terus mengambil langkah langkah untuk menyelamatkan masyarakat Teluk Bintuni,” tandas Bupati.