Pengusaha Gulung Tikar
Pandemi Bikin Pengusaha Gulung Tikar, Apa Saja Hak Karyawan

Pandemi Bikin Pengusaha Gulung Tikar, Apa Saja Hak Karyawan? – Pandemi Covid-19 yang masih menjadi momok di Indonesia karena angka yang terus mendaki, menghantam hampir semua lini. Imbas dari pandemi ini terasa di mana-mana. Pembatasan gerakan sosial serta aktivitas ekonomi, mengakibatkan banyak perusahaan tak luput dari kemungkinan bangkrut.

Banyak pengusaha dari kecil, menengah hingga besar terimbas dari pagebluk yang tak kunjung melandai. Aktivitas ekonomi luluh lantak. Banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai akibat dari bangkrutnya sebuah perusahaan, maupun pengurangan karyawan sebagai bagian dari efisiensi operasional.

Lantas bagaimana tanggung jawab dari sebuah perusahaan terhadap hak karyawan yang di-PHK? Hak ini disebut dengan pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK). Setiap karyawan yang tergabung dengan sebuah perusahaan yang sifatnya bukan karyawan kontrak, disebut dengan karyawan tetap, berhak atas pesangon jika terjadi PHK.

Besaran Pesangon dan UPMK Tergantung Masa Kerja

Baca juga: Kapan Kita Boleh Berbohong?

Besaran pesangon dan UPMK yang berhak diterima oleh seorang karyawan pada saat terjadi PHK, adalah variatif. Lamanya masa kerja mempengaruhi nominal yang akan diterima oleh karyawan tersebut.

Segala materi maupun aturan mengenai besaran pesangon dan UPMK ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang sebagian direvisi melalui Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Besaran pesangon yang diatur di dalam pasal 156 ayat 2 dan 3 adalah sebagai berikut:

Uang Pesangon

a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;
c. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;
e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;
f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;
g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Uang Penghargaan masa kerja

a. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) bulan upah;
b. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
c. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;
d. masa kerja 12 (duabelas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;
e. masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;
f. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
g. masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
h. masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan upah.