Pandemi Covid-19, Ekonomi Papua Barat dan Papua Tumbuh
Beritapapua.id - Pandemi Covid-19, Ekonomi Papua Barat dan Papua Tumbuh - Kompas

Pandemi Covid-19, Ekonomi Papua Barat dan Papua Tumbuh – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyebut hanya Papua dan Papua Barat yang mengalami pertumbuhan ekonomi. Padahal, ia juga mengatakan bahwa hampir seluruh provinsi Indonesia memiliki kinerja ekonomi yang negatif.

“Provinsi yang tertinggi pertumbuhan ekonominya adalah Papua 4,25 persen, Papua Barat 0,25 persen, yang positif hanya Papua dan Papua Barat,” kata Jokowi dikutip dari kompas, Selasa (01/09/2020).

Dari pernyataan tersebut, Jokowi melanjutkan bahwa hanya dua provinsi tersebut yang bebas dari kontraksi ekonomi kuartal II tahun 2020. Secara nasional, ekonomi Indonesia terus turun hingga 5,32 persen.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi mengalami resesi jika ekonomi pada kuartal III tidak membaik.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Papua dan Papua Barat Positif

Kota-kota Besar Mengalami Kinerja Ekonomi Negatif

Hampir seluruh provinsi Indonesia mengalami kontraksi ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan Sulawesi Tengah berada pada urutan ketiga setelah provinsi Papua dan Papua Barat dengan kontraksi terkecil, yakni minus 0,06.

Adapun Jokowi menyebut Bali sebagai provinsi yang paling terpuruk. Pada kuartal II, kinerja ekonomi Bali minus 10,98 persen. Presiden menyebut hal ini karena sektor pariwisata menjadi pemasukan terbesar pulau dewata.

“Ini karena memang turis wisata itu betul-betul sangat mendominasi ekonomi Bali. Sehingga kelihatan sekali pertumbuhan ekonomi Bali berkontraksi begitu sangat tajam,” kata Jokowi.

Selain Bali, Jakarta dan Yogyakarta memiliki nasib yang serupa. Pertumbuhan Ibu Kota minus 8,22 persen dan Kota Pelajar minus 6,74 persen.

Melihat data tersebut, Jokowi mengimbau para pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi APBD. Beliau menginstruksikan baik gubernur, walikota, hingga kepala desa untuk saling bekerja sama mendongkrak ekonomi.

“Saya berharap agar terutama realisasi APBD ini betul-betul segera jadi konsentrasi harian para gubernur untuk mengingatkan bupati dan walikota yang masih berada di posisi rendah baik untuk pengadaan barang dan jasa, belanja modal dan bansos untuk diingatkan. Bahwa itu sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi daerah dan menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat kita,” ujar Jokowi, dikutip dari detik, Selasa (01/09/2020).