PON XX 2021 Papua Akan Berlangsung Oktober
Zainudin Amali

Pemerintah menjelaskan bahwa PON XX 2021 akan tetap bergulir di Papua. Sesuai rencana, PON akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, membenarkan hal tersebut.

Beliau menyebut tidak akan ada penundaan PON XXI lagi. Menurutnya, ini adalah agenda tertunda pada tahun 2020.

“Arahan Bapak Presiden, karena ini sudah siap, kita akan lakukan pada tahun 2021. Tidak ada penundaan PON karena ini sudah sempat kita tunda tahun 2020,” ungkap Zainudin, mengutip Antara (17/03/2021).

Terkait pelaksanaan PON XXI, Zainudin menyebut masih akan melihat situasi. Wacana untuk menggelar pesta olahraga tanpa penonton masih menjadi opsi terbaik. Hal ini masih menjadi pertimbangan pemerintah agar PON berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Tentu ada pertanyaan akan seperti apa pelaksanaannya. Kita akan lihat perkembangannya nanti,” tutur Menpora.

Zainudin menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan upaya terbaik untuk memeriahkan PON. Salah satunya dengan mempelajari Olimpiade Tokyo dalam masa pandemi. Rencananya, olimpiade tersebut rencananya akan bergulir pada Juli hingga Agustus 2021 mendatang.

“Kita akan lihat penerapannya seperti apa. Protokol kesehatan tentu menjadi penting,” imbuh Zainudin.

Kendala Pelaksanaan PON XX 2021 Dalam Masa Pandemi

Baca juga: Tawakal Kunci Usaha Mencari Rezeki

Salah satu angin segar bagi pelaksanaan PON adalah vaksinasi. Dengan vaksin, atlet setidaknya dapat berlaku sesuai dengan protokol kesehatan. Namun, agaknya para atlet belum bisa tenang.

Meski vaksinasi telah berlangsung, namun atlet bukanlah termasuk golongan prioritas. International Olympiad Committee (OIC) tidak setuju jika atlet menjadi golongan prioritas menyusul tenaga kesehatan dan kaum rentan.

Namun, masih ada harapan bahwa atlet akan mendapatkan vaksin setelahnya. Menpora Zainudin Amali pun mengatakan akan mengupayakan vaksinasi atlet. Ia memaklumi bahwa jumlah dan produksi vaksin masih terbatas.

“Jadi, saya harap walaupun terbatasnya vaksin itu kami tetap bisa menjadi prioritas. Hanya beberapa saja, yakni untuk ke Olimpiade saja atau kejuaraan single event lainnya,” ungkapnya.

Maksudnya, ia merujuk pada atlet yang akan bertandang dalam kompetisi resmi. Baik pertandingan dalam negeri atau luar negeri. Misalnya, cabang bulu tangkis yang akan bertanding ke Eropa atau atlet sepak bola dengan LIga 1-nya.

Selain itu, Menpora mengusulkan agar atlet mendapat vaksin sebelum PON XXI mulai. Menurutnya, hal ini akan menjadi poin yang mendukung kesuksesan PON XXI nanti.