Pangdam Jaya: Yang Menganggu Persatuan dan Kesatuan, Saya Hajar!
Beritapapua.id - Pangdam Jaya: Yang Menganggu Persatuan dan Kesatuan, Saya Hajar! - Tribun

Pangdam Jaya: Yang Menganggu Persatuan dan Kesatuan, Saya Hajar! – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman berbicara tentang persatuan dan kesatuan di Jakarta Raya sebagai wilayah komandonya. Ia pun mengatakan akan bertindak tegas terhadap pihak yang mengancam persatuan dan kesatuan.

Sebelumnya Dudung sempat membahas soal penurunan baliho Habib Rizieq. Ia pun menegaskan bahwa dirinya lah yang memerintahkan agar baliho tersebut diturunkan. Ia juga memperingatkan Front Pembela Islam (FPI) agar taat hukum. Selain itu, ia pun meminta FPI agar tidak menjadi pihak yang memecah persatuan dan kesatuan di Jakarta.

“Ya, saya peringatkan dan saya tidak segan menindak dengan keras. Jangan coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa mewakili umat Islam, tidak semua, banyak umat Islam yang berkata, berucap, dan bertingkah laku baik,” ujar Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

“Sekali lagi saya sampaikan, jangan mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di wilayah DKI Jakarta, saya panglimanya. Jangan coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di Jakarta. Kalau mencoba mengganggu, akan saya hajar nanti!” tambah Dudung.

Dudung pun memastikan bahwa TNI siap menerjunkan pasukannya untuk terus melakukan patroli, termasuk di wilayah Petamburan. Menurutnya, hal ini adalah bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.

Baca Juga: FPI Menolak Test Swab dari Polri dan TNI

Dudung: Kalau Perlu, FPI Bubarkan Saja!

Selanjutnya, Dudung kembali berbicara tegas, dengan mengatakan bahwa semua pihak yang berada di Indonesia harus taat pada hukum. Ia pun menyinggung, apabila FPI tidak taat kepada hukum, maka bisa dibubarkan.

“Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” katanya.

Tidak hanya itu, Dudung pun mengkritik keras tindakan FPI yang keras berbuat semaunya. Selain itu, ia menilai FPI kerap kali menebar ajakan untuk revolusi.

“Sekarang kok mereka (FPI) ini seperti yang ngatur, suka-sukanya sendiri. Saya katakan, itu perintah saya, dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” tegas Dudung.