Pangdam Kasuari: Pelaku Penyerangan Posramil Bukan Warga Setempat
beritapapua.id - Pangdam Kasuari saat jumpa pers penyerangan Posramil Maybrat. (foto: iNews)

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyakini pelaku penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Posramil Kisor bukan warga kampung setempat. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab menurutnya hubungan prajurit TNI dan masyarakat terjalin baik.

Pangdam XVIII/Kasuari mengatakan, komunikasi sosial anggotanya bersama masyarakat lokal Kampung Kisor sudah terbina dengan baik sejak lama. Dan kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat banyak membantu berbagai kegiatan warga.

Karenanya ia menyakini bahwa pelaku penyerangan tersebut bukanlah warga kampung setempat. Ia juga mengatakan jika masyarakat melihat dan menemukan hal mecurigakan segera melaporkannya.

“Masyarakat lokal di Kampung Kisor bantu kami dengan melapor jika mengetahui lokasi pelarian, atau bertemu orang mencurigakan. Kami siap beri jaminan keamanan penuh,” kata Pangdam XVIII/Kasuari di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Minggu (05/09/2021).

Pangdam XVIII/Kasuari menegaskan bahwa Papua Barat tetap utuh dalam bingkai NKRI, tidak ada tempat bagi kelompok yang berseberangan ideologi di provinsi ini.

Baca Juga: Tim Softball Papua Barat Siap Melakukan Tanding Perdana di PON XX

Ia juga mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran kepada pelaku penyerangan Posramil.

Untuk informasi, pada 2 September 2021 dini hari, sekelompok orang menyerang Pos Koramil Persiapan di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Serangan itu menyebabkan empat prajurit TNI tewas, dan dua prajurit lainnya terluka.

Gubernur Papua Barat Mendukung Langkah TNI-Porli

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan keamanan dan kedamaian di wiyilah tersebut sudah terbina cukup lama. Untuk itu ia menegaskan keamanan dan kedamain tersebut tidak boleh terganggu dengan adanya kepentingan kelompok separatis ini.

Selain itu, ia juga mengatakan Pemerintah provinsi Papua Barat sangat mendukung penuh langkah TNI-Polri dalam upaya pengejaran untuk menangkap KKB. Lantaran menurutnya tindakan maupun perbuatan KKB saat ini sudah melampaui batas wajar.

“Provinsi ini harus dibangun atas dasar keamanan, jangan lagi ada gangguan keamanan di wilayah Papua Barat. Kami dukung upaya aparat penegak hukum untuk mengejar dan menangkap para pelaku untuk diproses hukum,” ujar Gubernur Dominggus.

Selain itu ia juga mengatakan agar warga tidak perlu khawatir dan panik karena saat ini TNI-Porli akan terus bersiaga mengamankan wilayah tersebut.