Papua Barat Canangkan Gerakan Percepatan Tanam
beritapapua.id - Papua Barat Canangkan Gerakan Percepatan Tanam - Republika

Papua Barat Canangkan Gerakan Percepatan Tanam – Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kepada semua kepala daerah untuk bergerak melakukan pertanaman padi sehingga ancaman kekeringan ┬átidak akan berdampak pada produksi pangan khususnya beras di dalam negeri. Hal ini disambut oleh beberapa wilayah di Indonesia dengan mulai melakukan percepatan tanam pada musim tanam II atau musim gadu.

Hal ini mendapat respon baik dari Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan yang mulai melakukan pencanangan tanam padi seluas 825 hektar tepatnya di Desa Prafi Mulia SP 1, kecamatan Prafi, Kabupaten Manokwari. Dominggus menyatakan Kabupaten Manokwari merupakan wilayah yang potensial sebagai penyedia beras untuk kebutuhan konsumsi penduduknya. Gubernur Dominggus mengakui jika kebutuhan beras Papua Barat masih sebagian disuplai dari luar daerah. Sehingga  berencana untuk ke depannya, Papua Barat harus selalu mengoptimalkan lahan untuk budidaya padi sehingga bisa berswasembada komoditi ini.

Baca Juga: Polda Papua Barat Kerahkan Bantuan dalam menghadapi Covid-19

Luas Lahan untuk Papua Gerakan Percepatan Tanam

Sementara itu dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat, Jacob Fonataba menambahkan Provinsi Papua Barat telah menetapkan target luas tambah tanam (LTT) bulan April-September dan khusus bulan Juni 2020. Untuk bulan April-September 2020 seluas 3.176 hektar, khusus bulan Juni 2020 sebesar 1.517 Ha. Hal ini disambut baik oleh para petani di daerahnya. Khususnya atas pemberian bantuan sarana produksi berupa benih dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Dinas Pertanian juga akan terus mendorong petani agar segera memanfaatkan lahan yang belum tergarap mulai dilakukan olah tanah untuk pertanaman.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menargetkan luas tanam di MT II ini 5,6 juta hektar. Kementan berkomitmen untuk mencapai produksi sesuai target sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan, sehingga harus dilakukan gerakan cepat untuk melakukan pemantauan secara masif di setiap wilayah untuk segera tanam, termasuk pertanaman padi di Papua Barat. Kementan juga akan mendukung penuh pertanaman padi di daerah dengan memberikan bantuan tepat waktu. Salah satunya lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) dan tanam selama Juni sampai September 2020. Hal ini dilakukan sebagai stimulus sehingga petani bersedia segera lakukan olah tanah kembali, yakni bantuan benih, alat mesin pertanian, pupuk bahkan bantuan dana asuransi pertanian dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Lebih lanjut Suwandi menjelaskan bahwa Percepatan tanam ini dilakukan guna mengamankan produksi dan menjaga stabilitas pangan. Selain itu untuk mengatisipasi musim kering yang akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus 2020. Dengan begitu, pasca pandemi Indonesia terhindar dari krisis pangan dan mampu menyediakan pangan rakyat secara mandiri.