Papua Barat Laksanakan Eliminasi Filariasis Di Tengah Pandemi
Beritapapua.id - Papua Barat Laksanakan Eliminasi Filariasis Di Tengah Pandemi - Detik

Papua Barat Laksanakan Eliminasi Filariasis Di Tengah Pandemi – Provinsi Papua Barat tetap menjalankan Program eliminasi filariasis atau penyakit kaki gajah meskipun masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan menyampaikan bahwa program eliminasi filariasis di Provinsi Papua Barat sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Yang mana gerakan eliminasi filariasis sudah mulai sejak tanggal 1 Oktober tahun 2015. Dan sejak saat itu, setiap tahun tepatnya bulan Oktober pemerintah memberikan obat kepada masyarakat.

“Selama lima tahun ini, kita wajib minum setiap tahun. Tahun 2020 adalah tahun terakhir, harapan kita mudah-mudahan target dari program ini tercapai. Gerakan eliminasi filariasis sudah kita mulai pada tanggal 1 Oktober tahun 2015. Dalam gerakan ini seluruh warga dari usia dua hingga 70 tahun wajib mengkonsumsi obat.” ujarnya.

Otto menyebutkan, pada Oktober 2020 pihaknya akan kembali menyalurkan bantuan kelambu secara gratis kepada masyarakat. Untuk program eliminasi filariasis pemerintah juga akan memberikan obat.

“Termasuk program eliminasi penyakit malaria. Dua penyakit ini vektornya sama yaitu nyamuk, maka program ini akan jalan sama-sama,” ucap Otto di Manokwari, Senin.

Lebih lanjut, Otto memastikan, jumlah kelambu dan obat cukup untuk seluruh daerah Papua Barat. Program ini akan dilaksanakan serentak di seluruh daerah.

“Obat ini diberikan sebagai upaya pencegahan agar kita tidak terjangkit. Ingat bahwa filariasis ini menular dan vektornya adalah nyamuk, sama seperti malaria dan demam berdarah. Untuk itu semua sadar untuk minum obat,” sebut Otto.

Baca Juga: Kala Jurnalis Papua Mengajarkan Literasi Pada Anak-anak Papua

Papua Barat Miliki Risiko Tinggi Penularan Filariasis

Papua Barat Laksanakan Eliminasi Filariasis Di Tengah Pandemi
Beritapapua.id – Papua Barat Laksanakan Eliminasi Filariasis Di Tengah Pandemi – Detik

Papua Barat merupakan daerah yang memiliki risiko cukup tinggi dalam kasus penularan filariasis. Dari 13 kabupaten dan kota, hanya Pegunungan Arfak yang tidak ditemukan kasus kaki gajah.

Pada tahun terakhir ini Pemprov Papua Barat akan melakukan evaluasi secara keseluruhan. Daerah-daerah yang belum mencapai target 100 persen dalam pemberian obat akan diperpanjang.

Sedangkan untuk 12 daerah yang memiliki risiko penularan, Kabupaten Sorong Selatan tercatat menduduki urutan pertama dengan kasus kaki gajah kronis tertinggi. Kemudian Manokwari, Teluk Wondama, Maybrat, Kabupaten Sorong, Fakfak, Manokwari Selatan, Tambrauw, Kaimana, Kota Sorong, Teluk Bintuni, dan Raja Ampat.