Papua Baru Mencakup 9,19% Dalam Melakukan Penyuntikan Covid-19
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aaron Rumainum Imelda (foto : kabarpapua.co)

Dinas Kesehatan Papua menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 lengkap baru mencakup 51.663 orang atau 9,19 persen. Menurut data terkini Dinas Kesehatan setempat untuk total sasaran vaksinasi tahap pertama dan kedua di Provinsi Papua sekitar 562.248 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Papua, Aaron Rumainum, mengatakan menurut laporan cakupan vaksinasi covid-19 hingga Senin pagi, 19 April 2021, penyuntikan vaksin covid-19 dosis pertama dan kedua sudah melakukan penyuntikan vaksinasi kepada 51.663 orang di 29 kabupaten dan kota di Papua.

Ia mengatakan bawah telah menyelesaikan dan merincikan penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua sudah selesai.

“Penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua sudah dilakukan pada 12.134 tenaga bidang kesehatan, 38.287 orang petugas di sektor pelayanan publik, dan 1.242 warga lanjut usia (lansia),” ujarnya.

Selain itu menurut Aaron, tercatat 108.464 jumlah warga yang sudah mendapatkan suntikan dosis pertama vaksinasi covid-19. Mereka yang tercatat pada jumlah data 108.464 itu meliputi petugas kesehatan, petugas pelayan publik, dan warga lansia.

Ia juga menjelaskan bahwa masih ada enam kabupaten yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada warga lansia. Dan enam kabupaten yang belum melakukan vaksinasi terhadap lansia adalah Deiyai, Nduga, Mamberamo Tengah, Puncak Jaya, dan Yahukimo.

Menurut Aaron, Pemprov Papua sudah menerima 212.200 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac dan 8.500 dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca untuk pelaksanaan vaksinasi.

Vaaksinasi Covid-19, Provinsi Aceh dan Papua Daerah Paling Lambat

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa Provinsi Aceh dan Papua sebagai daerah yang paling lambat dalam hal melakukan penyuntikan vaksinasi covid-19.

Baca Juga : Merayu Pamong Pradja Melalui Tunjangan Hari Raya (THR)

Ia mengatakan bahwa pemerintah mendistribusikan vaksin secara merata ke 34 provinsi sejak 13 Januari 2021. Dan satu hari berselang target vaksinasi dapat melakukannya sekaligus di seluruh provinsi. Namun sayangnya hal itu tidak dapat melaksanakannya pada semua provinsi.

“Aceh dan Papua adalah daerah paling lambat penyuntikannya, stoknya ada, tapi tidak secepat provinsi lain,” kata Menkes saat webinar, Minggu (18/3/2021) malam.

Menkes saat webinar menerangkan bahwa seluruh provinsi saat ini telah memiliki dosis vaksin. Untuk itu harus segara melakukan penyuntikan vaksinasi sesuai agenda yang telah ada. Jika tidak segera melakukan penyuntikan, pada pengiriman berikutnya akan mengurangi jumlah dosis yang diberikan.

“Pembagian selalu ke 34 provinsi. Kalau provinsi tidak menyuntikan, pengiriman berikutnya kita sedikitkan karena kan ada masa expired,” ujarnya.