Parjal Papua Barat Berikan Pandangan Dua Sisi Adanya DOB di Tanah Papua
beritapapua.id - Ketua Parlemen Jalanan Papua Barat, Ronald Mambiewu. (Foto: Istimewa)

Pemekaran atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini juga membuat adanya pro dan kontra terkait adanya pemekaran atau pembentukan DOB di Papua.

Menurut Ketua Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambieuw, ada beberapa hal positif dan negatif dari adanya DOB di Papua.

Ia mengatakan dampak tersebut akan terlihat pada beberapa sektor seperti sektor ekonomi, sumber daya manusia hingga infrastruktur.

Ia sendiri mencontohkan, dari sisi ekonomi atau sisi usaha belum terlihat putra-putri Papua yang menggeluti atau bekerja sebagai pengusaha. Sementara sisi sumber daya manusia di Provinsi Papua Barat, orang asli Papua dominan menjadi honorer ketimbang menjadi Aparatur Sipil Negara alias ASN.

“Honorer dominan adalah OAP, sedangkan yang sudah PNS dari warga nusantara, ini menjadi poin negatif dari DOB,” ujar Ronald Mambieuw.

Ronald juga mengatakan bahwa penolakan DOB terjadi karna adanya oknum-oknum tertentu yang nantinya menguasai sumber daya alam Papua melalui kapasitas dan kewenangan dari para pihak tertentu.

Sementara dari sisi positif, pemekaran dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Papua melalui CPNS maupun sektor lainnya.

Meski demikian, Parjal mempertanyakan apakah peningkatan lapangan kerja menjadi tolak ukur tujuan pemekaran. Dan disisi lain semua OAP masih khawatir dan ragu dengan pemekaran di Tanah Papua.

“Apakah bisa melalui pemekaran ini menjawab semua keresahan OAP yang ada di Papua dan Papua Barat, sehingga tidak menjadi pertanyaan dari masyarakat kalau pemekaran ini untuk siapa,” ucapnya.

Melakukan Sosialisasi

Parjal menyarankan Pemerintah Pusat agar terus melakukan sosialisasi, pendekatan secara persuasif dan teritorial untuk menyelesaikan persoalan ini.

Ia juga menyarankan pemerintah agar memberikan kepercayaan dan kewenangan kepada orang asli Papua membenahi apa yang belum tersentuh.

Baca Juga: Gubernur Papua Barat Resmikan Gedung GSJA Anugerah Maripi

Menurutnya dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan secara baik maka akan membuat rakyat mau untuk mendukung adanya DOB di tanah Papua.

“Apabila masyarakat merasa disentuh dan didengar suara mereka, otomatis rakyat akan tenang dan damai,” tuturnya.