Pasar Online Teluk Bintuni, Peran Masyarakat Memutus Rantai Covid-19
beritapapua.id - Pasar Online Teluk Bintuni, Peran Masyarakat Memutus Rantai Covid-19 - Foto: Yohanis Akwan, Aktivis Sosial, Papua Barat

Pasar Online Teluk Bintuni, Peran Masyarakat Memutus Rantai Covid-19 – Kesadaran masyarakat Teluk Bintuni akan bahaya Coronavirus Disease (Covid-19) mulai melahirkan upaya-upaya kreatif pemuda-pemudi untuk mendukung berputarnya roda perekonomian lokal, dengan semangat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, tentu tak bisa berhenti begitu saja. Menjadi sebuah dilema ketika kebutuhan masyarakat harus dipenuhi dengan adanya imbauan pemerintah untuk tetap di rumah.

Oleh karena itu, diinisiasi oleh Luky Marani, sekelompok pemuda yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, mulai melakukan sosialisasi mengenai pasar online dengan layanan pesan antar melalui sosial media.

Untuk memenuhi kebutuhan keseharian masyarakat, gerakan pasar online Teluk Bintuni ini membeli hasil kebun dari mama-mama Papua. Kemudian dijual secara online melalui grup-grup media sosial dan diantarkan sampai ke alamat pemesan.

Dengan media ini, upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 tetap bisa berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan keseharian masyarakat Teluk Bintuni.

Gerakan yang menunjukkan kesadaran tinggi masyarakat terhadap bahayanya berkumpul dan melakukan sosialisasi di tengah pandemi ini, patut diapresiasi. Yaitu sebagai komitmen bersama masyarakat yang partisipatif untuk bergandengan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Teluk Bintuni.

Semakin masifnya gerakan ini bisa berfungsi juga sebagai sosialisasi pihak ketiga terhadap bahaya covid-19 yang masih terus diupayakan oleh pemerintah kabupaten.

Baca Juga: OPM Ajak Indonesia Gencatan Senjata

Masyarakat Saling Menyerukan Untuk Bisa Swasembada

Selain itu, seruan-seruan untuk memulai gerakan menanam sendiri bahan pangan sebagai bagian dari swasembada terus dilakukan oleh masyarakat. Seruan ini digaungkan oleh Yohanes Akwan, Aktivis Sosial Papua Barat. Melalui akun twitternya @yohanesakwan, mengajak masyarakat untuk mulai sadar akan pentingnya hal ini.

Pemenuhan kebutuhan dasar oleh pemerintah kabupaten terbatas pada sembako. Sedangkan bahan pangan lain dan buah-buahan untuk menunjang pemenuhan gizi harus bisa dipenuhi sendiri oleh masyarakat, karena prediksi akan terjadinya kelangkaan serta menjulangnya harga di pasar nantinya.

Adanya peran serta masyarakat yang menghadirkan solusi serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dalam sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 ini, menimbulkan satu perasaan optimis, bahwa wabah ini bisa dilalui oleh Teluk Bintuni secara bersama.