Pasien Meninggal Covid-19 di Papua Berusia Lanjut Mencapai 87 Persen
Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru. (foto: Ist/SP)

Covid-19 yang masih ada sampai sejauh ini telah banyak menelan korban. Dan pasien meninggal covid-19 banyak dari mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau usia 50 Tahun keatas. Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan pasien covid-29 yang meninggal dunia untuk wilayah Ibukota Provinsi Papua itu paling banyak usia 50 tahun ke atas atau usia lanjut, mencapai 87 persen.

“Sisanya usia di bawah usia 50 tahun, sebesar 13 persen,” ujar Rustan di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (13/4/2021).

Rustan mengatakan, kumulatif pasien Covid-19 yang meninggal dunia per 12 April 2021 sebanyak 153 orang. Jumlah ini akan terus meningkat selama masa pandemi.

Pemkot Jayapura : Usia Menjadi Faktor Fatal Pasien Covid-19

Menurut Rustan, usia menjadi salah satu faktor kondisi fatal pada pasien Covid-19. Selain faktor usia, penyakit penyerta atau komorbid yang menyebabkan pasien Covid-19 usia 50 tahun ke atas jumlahnya lebih banyak.

“Kebanyakan dari mereka yang meninggal dunia karena Covid-19 di usia 50 tahun karena penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes melitus,” ujar Rustan.

Baca Juga : Antusiasme Masyarakat Jayapura Sambut Ramadhan

“Usia produktif 30-40 tahun juga memiliki risiko meninggal akibat Covid-19 cukup tinggi bila tidak mematuhi protokol kesehatan”, lanjut Rustan.

“Kalau batuk, demam, pilek, dan hilangnya penciuman agar segera ke rumah sakit atau puskesmas terdekat supaya mendapatkan penanganan lebih dini, supaya tidak ada lagi korban jiwa akibat Covid-19 ini,” ujar Rustan.

Pemkot Jayapura : Sehabis Aktivitas Langsung Bersihkan Diri Jika Balik ke Rumah

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengimbau anak muda di ibukota Provinsi Papua yang melakukan aktivitas di luar rumah agar saat kembali ke rumah jangan langsung peluk dan cium orangtuanya. Supaya presentase yang sudah terjadi terhadap pasien lanjut usia Covid-19 menurun. Untuk itu terlebih dahulu membersihkan diri dengan cara mandi dan mengganti pakaian.

“Tujuannya agar menghindarkan orangtua kita yang ada di rumah dari penularan virus korona, karena virus ini menempel pada pakaian yang kita pakai. Sayangi orangtua kita agar tidak meninggal karena Covid-19,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap masyarakat yang sudah lanjut usia yang tidak memiliki aktivitas agar tetap berada di rumah. Hal ini untuk mencegah mereka yang usia lanjut terpapar covid-19.

“Saya mengimbau warga yang memiliki penyakit bawaan, sebaiknya di rumah saja, lebih aman demi kesehatan dan keselamatan. Banyak anak yang menangis karena orangtuanya meninggal karena Covid-19 ini. Tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan,” ujar Tomi Mano.