Mendapatkan Respon Baik, Pembentukan DOB Tinggal Selangkah Lagi
beritapapua.id - Pj Gubernur Papua Barat Saat di Wawancari di Sorong. (Foto: Kompas)

Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw,M.Si sebut perkembangan usulan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) berjalan baik.

Pasalnya Pj. Gubernur Waterpauw melaporkan perkembangan usulan pembentukan DOB itu kepada Ketua Komisi II DPR RI.

Terkait hal itu, Drs. Paulus Waterpauw,M.Si mendapat apresiasi saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya.

Waterpauw menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah pusat, telah dilakukan deklarasi pada, tanggal 14 Juni 2022 lalu. Agenda tersebut turut melibatkan DPR, MRP Papua Barat, Tokoh Adat, Perempuan dan Pemuda bertempat di Gedung PKK Arfai, Kabupaten Manokwari.

Ia juga menambahkan bahwa momen istimewa tersebut sebagai bagian mendukung implementasi Undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Papua Barat, terlebih demi kesejahteraan Orang Asli Papua.

“Dapat saya laporkan juga, pertama, komitmen dukungan implementasi kebijakan Otsus sesuai UU nomor 2 tahun 2021 untuk percepatan pembangunan kesejahteraan orang asli Papua dalam bingkai NKRI. Kedua, implementasi UU sektoral harus sesuai dengan UU Otsus bagi Papua Barat. Ketiga, mendesak pemerintah dalam hal ini presiden dan DPR RI merealisasikan daerah otonom baru,” urai Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw.

“Jadi Bapak Ibu dan Ketua kami laporkan dengan semangat mendukung, pemerintah dan pemekaran Daerah Otonom Baru salah satunya Papua Barat Daya,” tambahnya.

Rencana Pemekaran Baru di Sejumlah Daerah Papua Barat

Selain itu, Pj. Gubernur Waterpauw juga menyampaikan rencana pembentukan Provinsi Domberay dan Kabupaten/Kota pemekaran baru di sejumlah daerah Se-Papua Barat.

“Juga ada Provinsi Bomberay dan beberapa kotamadya diusulkan: Manokwari, Fak-Fak, Kabupaten Manokwari barat, Maybrat Sau, Immeko, Moskona, Kuri Wamesa, Kokas, Teluk Arguni, Teluk Etna, Yamor, Aitinyo, Raja Ampat Selatan dan Kabupaten Raja Ampat Utara. Itu usulan kami dan sebagai anak manis selalu dengar orang tua dan mendukung, tidak pernah menolak,” paparnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Setujui Konsep Pembangunan RTP Borarsi

Sementara Ketua Tim Pemekaran Papua Barat Daya, Drs. E.C Lambertus Jitmau,MM juga mengungkapkan kesiapan pihaknya dalam menyambut daerah Otonom Baru di Wilayah Sorong Raya.

Ia juga mengakui kehadiran Ketua Komisi II DPR RI telah menjadi kerinduan masyarakat Sorong Raya sejak lama.

“Masyarakat yang ada di Sorong Raya berasal dari seluruh Nusantara. Sorong Raya, kami siap menghadirkan provinsi, SDM, Sumberdaya alam dan manusia siap. Kami tetap berjuang,” tandas Lambertus Jitmau.