Paulus Waterpauw Sampaikan Dukacita Mendalam Atas Kecelakaan Maut di Pengunungan Arfak
beritapapua.id - Deputi II BNPP RI Paulus Waterpauw. (Foto: Istimewa)

Deputi II Badan Nasional Pengelolaan Potensi Perbatasan (BNPP) RI, Komjen (P). Drs. Paulus Waterpauw. M.Si menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan maut di Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat yang terjadi pada Rabu (13/4/2022).

“Saya ikut berdukacita kepada seluruh korban kecelakaan maut ini. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi peristiwa ini,” ujar Waterpauw, Kamis (4/14/2022)

Kaka besar sapaan akrab Waterpauw prihatin dengan kejadian tersebut, di saat pekerja tambang rakyat sedang menaiki truk yang mengalami gagal rem.

Mantan Kapolda Papua Barat ini berharap pemerintah setempat dapat membantu para korban memulangkan jenazahnya ke daerah asalnya masing-masing.

“Saya harap pemerintah daerah bisa membantu para korban untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Pemda juga dapat mengevaluasi pemanfaatan tambang rakyat dengan berbagai hal yang bisa menyebabkan risiko yang dihadapi ke depan,” jelas Waterpauw.

Ia juga berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran untuk semua pihak agar lebih berhati-hati.

“Harapan saya dengan adanya kejadian ini, tambang itu untuk ditutup sementara,” pungkas Waterpauw.

Memperhatikan Keselamatan Kerja

Mantan Kapolda Papua ini juga mengimbau kepada para pekerja yang berasal dari luar Papua untuk tetap memperhatikan keselamatan kerja, sebab hal tersebut menjadi utama.

“Mencari nafkah boleh saja tapi keselamatan yang utama,” terangnya.

Kepala suku besar Pegunungan Arfak Obet Ayok Rumbruren juga menyampaikan rasa dukacita yang mendalam terhadap kecelakaan tersebut.

“Sebagai manusia kita turut berdukacita atas kecelakaan dimana 18 orang yang meninggal dunia, termasuk masih ada korban yang luka berat. Saya sempat melihat korban saat dirawat di rumah sakit angkatan laut. Sebagai tokoh masyarakat, kami menyampaikan turut berdukacita atas musibah ini,” ujar Rumbruren.

Baca Juga: DPRD Kota Sorong Minta Pemkot Ambil Sikap Serius Pengurangan Kuota BBM Bersubsidi

Sebelumnya memang terjadi kecelakaan maut di Distrik Minyambou, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu dini hari 13 April 2022. Dalam kecelakaan tersebut menewaskan 18 orang pekerja tambang asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari 18 orang yang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia itu terdapat 16 orang berasal dari Kabupaten Belu dan Malaka, satu orang dari Amarasi Kabupaten Kupang, satu orang lagi dari kabupaten Sikka.