Paulus Waterpauw Serahkan Naskah Akademik DOB Papua Barat
beritapapua.id - Paulus Waterpauw saat menyerahkan naskah akademik DOB kepada Komisi II DPR RI. (Foto: Istimewa)

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si menyerahkan naskah akademik DOB Papua Barat Daya kepada Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (05/09/2022).

“Tentang pemekaran, prinsipnya kami pemerintah menganalisasi semua bentuk harapan, artinya bahwa kita bisa memediasi dan memfasilitasi semua pikiran. Ada pikiran dari dusun, kampung kemudian masuk ke distrik ke kabupaten. Kami fasilitasi itu,” jelasnya di Gedung DPR RI Jakarta.

Ia mengatakan pihaknya mendapatkan waktu singkat selama tiga hari untuk menyelesaikan semua dokumen sebelum melakukan pemaparan di depan para pimpinan di DPR RI.

“Yang jelas ada dinamika, ada yang usul pendapat begini dan terima dan tidak. Itu kami sampaikan beberapa hal yang secara mekanisme kita buat dalam naskah akademik, [diberikan] waktu tiga hari untuk siapkan ini semua. Tadi kami serahkan kepada pimpinan komisi II,” jelasnya.

“Maksud saya, kami wujudkan dalam bentuk tertulis. Teman-teman juga menyerahkan usul pandangan pendapat, biarlah nanti Ketua, Bapak/Ibu Komisi II menghitung dan menilai, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat untuk berikan keputusan,” terangnya.

Peluang Berpendapat

Ia mengapresiasi langka Komisi II DPR RI yang telah memberi waktu dan kesempatan kepadanya beserta rombongan untuk menyampaikan paparan. Selain itu, Ketua DPR, Majelis Rakyat Papua (MRP), Bupati dan Ketua Tim Pemekaran Papua Barat Daya juga mendapatkan kesempatan untuk berpendapat.

Baca Juga: Mahasiswa Jayapura Melakukan Aksi Unjuk Rasa Kenaikan BBM dan Kasus Mutilasi

“Bagi kami, melihat kebahagian karena aspirasi ditampung semua itu sangat membahagiakan. Bapak Ketua juga memberikan peluang untuk ketua DPR berpendapat, Ketua MRP dan para Bupati, juga Pak Lambert sebagai ketua Tim Pemekaran. Hari saya bersyukur sebagai penjabat Gubernur Papua barat dalam waktu 3 bulan tetapi membuat beberapa hal yang menjadi tanggungjawab kami,” tambahnya.

Sejak menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Salah satunya adalah problematika dalam mengatasi masalah banjir tahunan di Kota Sorong. Yang mana Waterpauw memerintahkan Dinas PUPR mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah banjir tahunan itu bisa teratasi.

Gerak cepat lainnya yang dilakukan adalah merampungkan 21 Raperdasi dan Raperdasus dan sudah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri.