PDP Meninggal Sebelum Hasil Spesimen Keluar
beritapapua.id - PDP Meninggal Sebelum Hasil Spesimen Keluar - suaramandiri.co

PDP Meninggal Sebelum Hasil Spesimen Keluar – Indonesia tengah memasuki fase krisis terhadap penyebaran COVID-19. Setelah beberapa kasus di Jakarta, Bali, dan Solo muncul, seluruh wilayah mulai bersiaga untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Penyebaran pun semakin meluas termasuk ke wilayah Indonesia Timur. Hal ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah serta rumah sakit untuk mulai berjaga-jaga dan memantau situasi serta kondisi lapangan dengan sekasama.

Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami peningkatan. Dimana pertanggal 26 Maret 2020, terdapat 127 ODP  yang tersebar di beberapa kabupaten dan PDP terdapat 7 orang pasien.

Hal ini disampaikan Juru Bicara  Tim Satgas COVID-19  Papua Barat dr Arnoldus Tiniap saat ditemui di Sekretariat Satgas di Swiss Belhotel, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Bupati Teluk Bintuni: Cuci Tangan, Upaya Melawan Covid-19

Jumlah ODP di Beberapa Kota di Indonesia Timur

Menurut Arnoldus, 127 ODP tersebar dibeberapa kabupaten dengan posisi tertinggi di Manokwari. Di Manokwari terdapat 40 ODP yang masih dalam proses 7 orang, 3 selesai, 18 masih dalam pemantauan.

Kemudian Kota Sorong sebanyak 33 orang yang masih dalam proses 25 orang, 8 orang sudah selesai. Fakfak 18 orang 15 dalam pemantauan, 3 selesai. Disusul Kabupaten Raja Ampat dengan jumlah 10 ODP, 9 dalam pantauan, satu selesai. “Yang mana disusul Kabupaten Wondama dengan jumlah ODP 5 orang yang masih dalam pantauan semuanya, Manokwari Selatan 2 orang masih dalam pantauan dan Teluk Bintuni 1 orang masih dalam pantauan,” jelasnya.

Dari jumlah total 127 ODP, 45 orang dinyatakan sehat, sementara untuk 82 orang masih dalam pemantauan. Lebih lanjut Arnoldus mengatakan untuk pasien dalam pantauan totalnya ada 7 orang, semua itu ada di Sorong, dimana 5  dalam proses pemantauan, satu pasien sudah selesai dalam masa pemantauan dan satu pasien lagi meninggal. Namun untuk hasil sampelnya belum ada, karena baru dikirim pada tanggal 23 Maret.

Kemudian untuk tahapan pasien yang meninggal sesuai dengan SOP sudah dibicarakan dengan keluarga, setelah dibersihkan dan dimandikan di rumah sakit langsung di bawa ke tempat pemakaman untuk dimakamkan. “Keluarga pun menyetujui SOP tersebut,” kata Arnoldus.