Pedagang Mama-Mama Asli Papua Demo Di Kantor Wali Kota Sorong
BeritaPapua.id - Pedagang Mama-Mama Asli Papua Demo Di Kantor Wali Kota Sorong - Seputar Papua

Pedagang Mama-Mama Asli Papua Demo Di Kantor Wali Kota Sorong – Puluhan mama-mama asli Papua mempertanyakan realisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Pelaku Usaha Lokal. Puluhan mama-mama asli Papua yang notabene merupakan pedagang tersebut berdemo di Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (10/11/2020).

Mama-mama Papua mempertanyakan terkait Perda Pemberdayaan yang hingga kini belum disosialisasikan bahkan dilaksanakan. Padahal perda tersebut karena telah disetujui pengesahannya oleh DPRD Kota Sorong pada tahun 2019 lalu.

Koordinator aksi, Leonardo Ijie mengatakan bahwa kedatangan pedagang mama-mama asli Papua tersebut guna mempertanyakan realisasi Perda Nomor 12 Tahun 2019. Tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Pelaku Usaha Lokal. Yang mana perda tersebut dibuat sendiri oleh masyarakat tanpa ada bantuan dana maupun tim kajian hukum dari Pemerintah Kota Sorong.

Menurut Leonardo regulasi tersebut dilakukan oleh masyarakat secara swadaya mendatangkan tim kajian hukum dari Universitas Cenderawasih Jayapura. Yang kemudian disetujui dan disahkan pada tahun 2019.

“Regulasi sudah jelas dan sudah disahkan oleh DPRD kurang lebih satu tahun sehingga tujuan kedatangan kami untuk mempertanyakan realisasi dari peraturan ini,” katanya.

Baca Juga: Rekonsiliasi Habib Rizieq dengan Pemerintah

Ragulasi Untuk Perlindungan Pedagang Asli Papua

Pedagang Mama-Mama Asli Papua Demo Di Kantor Wali Kota Sorong
BeritaPapua.id – Pedagang Mama-Mama Asli Papua Demo Di Kantor Wali Kota Sorong – Antara

Dengan Peraturan tersebut termuat regulasi bahwa pemerintah daerah harus membentuk badan hukum koperasi bagi mama-mama pedagang asli Papua. Serta menyediakan pasar yang layak bagi pedagang asli Papua di kota Sorong. Dan melindungi tanaman pangan lokal milik masyarakat mama mama pedagang asli Papua.

Maka dari itu, masyarakat berinisiatif untuk membuat regulasi ini. Sehingga ada perlindungan, pemberdayaan, dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pedagang kecil Mama asli Papua.

Leonardo juga menjelaskan bahwa regulasi ini dibuat karena selama ini program pemberdayaan bagi masyarakat khususnya pedagang mama-mama asli Papua jauh dari harapan. Bahkan pemerintah tidak berani memberikan bantuan bagi pedagang asli Papua dengan tidak ada regulasi yang mengatur bisa dipidanakan oleh pihak berwajib.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sorong, Yakop M Karet yang menemui massa aksi menyatakan menerima aspirasi dari pedagang mama-mama asli Papua. Yakop mengatakan bahwa Aspirasi mama-mama asli Papua ini akan Ia teruskan kepada bapak walikota. Agar menjadi pembahasan bersama organisasi perangkat daerah atau OPD terkait untuk ditindaklanjuti.