Pegunungan Arfak Akan Memiliki Bandar Udara
Beritapapua.id - Pegunungan Arfak Akan Memiliki Bandar Udara - cmczone.com

Pegunungan Arfak Akan Memiliki Bandar Udara – Dataran tanah Papua yang sangat beragam mulai dari dataran tinggi, dataran rendah, pesisir dan pegunungan, cukup membuat jalur transportasi menjadi sulit. Tidak sedikit masyarakat Papua yang harus berpindah dari satu tepat ke tempat lain harus dengan berjalan kaki terlebih dahulu melewati hutan  dan sungai. Pun hal yang sama masih terjadi ketika orang-orang dari luar pulau akan berkunjung ke Papua. Sedikitnya landasan terbang juga merupakan alasan lain sebagai terbatasnya akses untuk bisa sampai menuju Papua terutama di wilayah yang bukan merupakan kota besar.

Untuk mempermudah sarana transportasi terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pegunungan Arfak, Agus Ones Muid, mengungkapkan pembangunan bandar udara atau Bandara Snomeba Anggi akan dimulai tahun ini. Kabupaten Pegunungan Arfak adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Anggi. Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan pemekaran dari Kabupaten Manokwari. Kabupaten ini resmi dimekarkan pada 25 Oktober 2012.

Seperti yang diketahui, pembangunan atau peningkatan Bandara Snomeba Anggi merupakan salah satu janji Presiden Jokowi pada saat berkunjung ke daerah dengan julukan negeri di atas awan Papua pada Oktober tahun lalu.

Baca Lagi: Nelayan Asli Papua Mendapat Bantuan Dari Dinas Perikanan

Tujuan Dibangunnya Bandar Udara Snomeba Anggi

Keberadaan bandar Udara ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki tanah yang subur. Dari situlah ada tanaman kopi yang jadi andalan. Selain itu, kabupaten ini memiliki potensi Danau Anggi yang nerupakan salah satu objek wisata yang sedang dikemas. Di Papua Barat sendiri, pegunungan ini merupakan satu-satunya pegunungan yang jadi wilayah penadah hujan di sana. Danau Anggi yang ada ini pun juga terbagi dua, yakni Danau Anggi Giji, dan Danau Anggi Gida. Danau yang pertama, disebut pula sebagai danau laki-laki, dan yang kedua, disebut sebagai danau perempuan.

Untuk tahun 2020 atau tahap pertama, pembangunan tersebut akan menghabiskan puluhan miliar rupiah. Rencana pembangunan tahun ini adalah perpanjangan runway dari 700 meter menjadi 1.000 meter dan juga ada pembangunan terminal penumpang.

Terkait waktu pembangunan bandara tersebut masih menunggu penandatanganan MoU dengan dirjen perhubungan udara kementerian perhubungan RI. Pembangunan Bandara Snomeba Anggi akan melibatkan pemerintah daerah, Pemprov Papua Barat, dan Dirjen Perhubungan Udara. Pembangunan tersebut masih menunggu MoU dengan pemerintah pusat. Pemerintah pusat atau dirjen perhubungan udara akan mengambil alih pembangunan fisik, pemerintah provinsi juga akan membantu anggaran pembangunan, sementara Pemda akan mengusus pembebasan lahan.