Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Jayawijaya Resmi Dibuka
Sekda Jajawijaya Drs. Tinggal Wusono M.A.P saat mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan peserta. (foto: Papuainside)

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, M.A.P resmi membuka Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba pada, Selasa (02/11/21) kemarin.

Kegiatan Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba ini berlangsung di lantai 7 Gedung Otonom Pemda Jayawijaya.

Dalam acara Pelatihan tersebut ada 25 peserta perwakilan dari masing-masing sekolah setingkat sekolah menengah atas yang ada di Wamena. Pada kegiatan itu juga hadir ini langsung Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua, Tjatur Abriyanto, S.I.K.

Pada kesempatan itu, Kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua, Tjatur Abriyanto juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pemda Jayawijaya yang telah membuat kegiatan itu.

“Saya sebagai kepala BNNP mengucapkan terimakasih kepada pemda Jayawijaya yang menggagas kegiatan pengkaderan pemuda anti narkoba,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan Pelatihan ini nantinya para peserta dapat memberikan contoh baik sebagai pencegahan di lingkungan mereka masing-masing.

Menjadi Duta-duta BNN

Ia juga menuturkan bahwa para siswa tersebut bisa menjadi duta-duta BNN di masing-masing sekolah yang ada di Jayawijaya untuk menciptakan daerah bebas narkoba.

“Mereka sebagai duta-duta BNN di masing-masing SMA/SMK yang ada di Jayawijaya, sebagai pelaku untuk memberikan contoh pencegahan di lingkungan. Makanya sangat bagus sekali untuk mengkaderkan adik-adik kita di Jayawijaya ini sebagai duta anti narkoba,” tuturnya.

Baca Juga: Ketum Persipura Angkat Bicara Terkait Hasil Buruk Persipura Jayapura

Sementara itu, Plt Drs. Tinggal Wusono kegiatan ini juga bisa memberikan pengetahuan kepada peserta pelatihan dampak dan ancaman narkotika.

Ia juga mengatakan dengan adanya kegiatan pelatihan ini bisa membuat para peserta ikut memberika sosialisai tentang bahaya narkoba.

Selain itu, ia juga berharap adanya kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini bisa memberikan ini bisa memberikan manfaat dan dampak baik kepala seluruh peserta.

“Narkotika adalah bahaya global dan ancaman serius bagi dunia, yang dapat berdampak terhadap berbagai aspek. Sehingga pemda Jayawijaya melalui dinas olahraga dan pemuda melakukan upaya pencegahan dengan memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba khususnya bagi anak muda,” tuturnya.

Meski demikian, lanjut Tinggal pemerintah tetap memerlukan dukungan masyarakat terutama dalam pemberian informasi tentang bahaya narkotika.