Pelni Manokwari Hentikan Sementara Penjualan Tiket
KM Ciremai saat sandar di Pelabuhan Manokwari. (foto : ANTARA)

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT. Pelni cabang Manokwari, Provinsi Papua Barat, menghentikan sementara penjualan tiket kapal penumpang selama larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021.

Kepala PT. Pelni cabang Manokwari Djunaedi Idrus, Jumat (16/4/2021), mengatakan layanan tiket berhenti sementara berkaitan dengan larangan mudik lebaran Idul Fitri 2021.

“Sistem penjualan tiket pada loket pelayanan akan ditutup sementara, karena adanya aturan pengendalian transportasi selama periode hari raya Idul Fitri 2021 dalam mencegah penyebaran Covid-19, melalui Peraturan Menteri (PM) No 13 Tahun 2021,” kata Djunaedi Idrus.

Ia mengatakan aturan secara nasional itupun mulai berlaku pada 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021 pada tiap daerah. Oleh karena itu operasional kapal Pelni untuk sekarang berhenti mengangkut penumpang dari dan ke Manokwari.

“Sebelum tanggal 6 Mei 2021 operasi kapal penumpang dari dan ke Manokwari akan ditutup,” katanya.

Idrus mengatakan, adapun empat kapal Pelni dari wilayah Barat Indonesia selama periode itu hanya melayani logistik tanpa penumpang.

“Empat kapal Pelni hanya akan melayani logistik yaitu, KM. Labobar, KM.Sinabung, KM.Ciremai dan KM.Tidar,” ujarnya.

Baca Juga : 2.738 Unit Kendaraan Siap Digunakaan Untuk Pelaksanaan PON XX

Idrus juga mengatakan pelayanan kapal Pelni untuk penumpang akan kembali beroperasi pada tanggal 24 Mei 2021 dengan rute pelayaran Manokwari-Sorong.

“Tanggal 24 Mei 2021, pelayanan penumpang akan kembali beroperasi yaitu KM. Tidar dan KM.Ciremai tujuan Sorong dan seterusnya ke arah Barat,” katanya.

PT. Pelni Belum Mendapatkan Izin Kembali Berlayar

Sementara pelayanan kapal perintis PT. Pelni hingga akhir pekan ini belum mendapatkan izin berlayar oleh Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Manokwari. Hal itu lantaran akibat cuaca buruk yang sedang menerjang perairan Teluk Cenderawasih.

Penundaan berlayar itu berlaku bagi kapal penumpang dengan bobot kecil demi keselamatan dan keamanan pelayaran kapal serta penumpangnya. Hal ini sesuai dengan yang Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP kelas IV Manokwari, Sukirman katakan.