Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jayapura Pakai Peti Mati Darurat
Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jayapura Pakai Peti Mati Darurat

Stok peti mati standar di Kota Jayapura kosong sehingga pemakaman jenazah Covid-19 menggunakan peti mati darurat. Hal ini membuat Pemerintah Kota Jayapura terpaksa menggunakan peti jenazah darurat yang terbuat dari kayu berbentuk persegi panjang.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, terpaksa menggunakan peti mati darurat lantaran angka kematian pasien Covid-19 di Jayapura perharinya bertambah. Hal ini terlihat dari sebelumnya angka kematian perharinya adalah 1 orang perhari bertambah menjadi 10 orang perharinya.

“Sekarang tingkat kematian bisa mencapai satu hari 10 orang. Pemerintah sudah menyediakan peti standar untuk pasien yang meninggal karena COVID-19, biasanya tinggal ambil saja di tempat yang menyediakan. Tapi saat ini ketersediaan habis.’’ ujar Wali Kota Jayapura melalui WA kepada jurnalis di Jayapura.

Ia juga menjelaskan keterpaksaan menggunakan peti darurat ini lantaran jenazah pasien Covid-19 memang harus segera untuk dimakamkan.

“Apalagi jenazah Covid-19 tidak bisa ditahan berhari-hari dan harus langsung dimakamkan, terpaksa petugas menggunakan peti jenazah darurat,” tambahnya.

Benhur menjelaskan saat ini warga Kota Jayapura masih ada yang keras kepala, karena banyak pasien Covid-19 yang dibawa pulang ke rumah.

“Masyarakat yang meninggal karena Covid-19 banyak dibawa ke rumah, didoakan, banyak pelayanan, banyak yang antar ke makam. Adooo, ini kepala batu,” jelasnya.

Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Peti Mati Berkurang Sudah Sepekan

Sementara itu, Romi Sondakh salah seorang penyedia jasa layanan pemakaman di Kota Jayapura mengatakan stok peti mati sudah berkurang sejak seminggu lalu.

Untuk proses pembuatan peti mati dalam sehari bisa 1-2 buah, sementara yang membutuhkan bisa 2-5 orang.

“Dalam sehari bisa dua sampai lima orang menanyakan ketersediaan peti mati, ada yang melalui telpon dan ada juga yang datang ke kios,’’ jelasnya.

Baca Juga : Mendagri Minta Gubernur Papua Tidak Gunakan Istilah Lockdown

Romi dan karyawan terus membuat peti mati namun warga segera mengambil peti mati tersebut untuk keperluan pemakaman keluarganya.

Menurut data lonjakan pasien Covid-19 di Kota Jayapura dalam kurun waktu sebulan sangat signifikan. Tercatat pada 6 Juni 2021 pasien covid-19 sebanyak 83 orang dan pada 14 Juli 2021 menjadi 729 pasien.

Hingga 24 Juli 2021, data pasien Covid-19 di Kota Jayapura secara kumulatif 10.944 orang, sembuh 9383, meninggal dunia 213 dan yang sedang mendapatkan perawatan sebanyak 1348.