Pembahasan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol
Beritapapua.id - Pembahasan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol - Tribun

Pembahasan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mulai membahas rancangan undang-undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol (Minol). RUU ini merupakan usulan dari beberapa anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra.

Tujuan dari RUU ini sendiri adalah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari minuman beralkohol.

“Serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol. Selain itu untuk menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari para peminum alkohol.” Ujar Anggota Baleg DPR RI Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal dalam rapat baleg, Selasa (10/11).

Illiza berpendapat bahwa selama ini minuman beralkohol lebih membawa dampak negatif dibanding dampak positif. Ia pun menunjukkan data WHO pada tahun 2011. Yang mencatat bahwa ada sebanyak 2,5 juta orang yang meninggal setiap tahunnya akibat minuman beralkohol. Dan 9% diantaranya masih berusia produktif. Pada tahun 2014, data rata-rata kematian akibat minuman beralkohol meningkat. Yakni menjadi 3,3 juta orang setiap tahunnya atau 5,9% dari semua jenis kematian.

Illiza mengatakan bahwa aturan minuman beralkohol belum diatur secara spesifik dalam undang-undang. Pengaturannya saat ini masuk dalam KUHP yang deliknya terlalu umum. Illiza juga menambahkan bahwa aturan larangan minuman beralkohol merupakan amanah konstitusi dan agama. Bahwa tiap orang berhak hidup sejahtera di lingkungan yang baik.

“Sebab itu melihat realitas yang terjadi. Seharusnya pembahasan RUU Minuman Beralkohol dapat dilanjutkan dan disahkan demi kepentingan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga: Satu Tungku Tiga Batu Penguat Toleransi dari Fakfak

Larangan Dalam RUU Minol

Dalam RUU tersebut, terdapat 2 usulan mengenai larangan terkait minuman beralkohol.

Yang pertama adalah : “setiap orang yang memeluk agama Islam dan agama lainnya dilarang untuk memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual, dan mengkonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional, dan minuman beralkohol campuran atau racikan memabukkan.”

Dan yang kedua adalah : “setiap orang yang menggunakan, membeli dan/atau mengkonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional, dan minuman beralkohol campuran atau racikan memabukkan untuk kepentingan terbatas harus berusia minimal 21 tahun dan wajib menunjukkan kartu identitas pada saat membeli di tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.

Kedua larangan ini nantinya akan disesuaikan kembali berdasarkan masukan dari para anggota partai lainnya yang hadir dalam rapat Baleg DPR RI.