Pembangunan Jalan di Kawasan Pegunungan Arfak
beritapapua.id - Pembangunan Jalan di Kawasan Pegunungan Arfak - Nurul Nur Azizah

Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) bisa menjadi alternatif selain Raja Ampat. Surga eksotis berlanskap pegunungan Papua Barat yang hijau diapit dua danau adalah pesona utamanya.

Untuk sampai ke Pegaf dari Manokwari bisa ditempuh menggunakan dua pilihan. Pilihan pasti, menggunakan transportasi dari mobil 4×4. Perjalanan ini akan ditempuh selama kurang lebih 5 jam dengan jalan aspal hanya ada di kawasan Manokwari dan setelahnya adalah jalan tanah yang ekstrem.

Ada satu lagi opsi yang jarang diambil yakni menggunakan motor trail dan sejenisnya. Kendaraan ini jarang digunakan karena medan yang berat dan tak jarang banyak motor biasa yang tidak mampu jika belum di setting seperti motor trail mulai dari penggantian ban dan gear pengerak rantai.

Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy mengatakan, pembangunan ruas jalan menuju Kampung Meidodga dan 6 kampung lainnya di Distrik Testega akan dibangun secara bertahap setiap tahun.

Baca Juga: Wujud Wirsi Akuki Peduli Lingkungan dengan Tanam 1000 Mangrove

Pembangunan Bertahap Akses Menuju Kampung-kampung di Distrik Testega

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Pegaf ini, ada tiga ruas jalan menuju kampung-kampung tersebut dan semuanya akan dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Pegaf dibantu Pemerintah Provinsi Papua barat. Namun pembangunannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

“Kampung-kampung ini sebenarnya terpisah-pisah (terpencar) satu dengan yang lain. Ada tiga ruas jalan menuju 7 kampung tersebut, dan semuanya akan dibangun oleh pemerintah, baik itu anggaran dari provinsi maupun kabupaten, namun akan dilakukan secara bertahap,” kata Yosias, saat dijumpai di Distrik Anggi, Senin (2/3/2020).

Yosias mengatakan, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Pegaf menyiapkan anggaran untuk pembangunan tiga ruas jalan tersebut yang bersumber dari APBD. “Tahun ini juga kita siapkan anggaran untuk bangun 3 ruas jalan tersebut. Tapi anggaran yang sedikit kita bagi untuk pembangunan jalan ini. Sehingga mungkin panjang jalan tidak terlalu jauh dikerjakan,” kata mantan ketua DPRD Manokwari ini.

Pada kesempatan tersebut, Yosias menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk membebaskan 7 kampung tersebut dari keterisolasian. Untuk itu, Yosias mengatakan, pemerintah daerah setiap tahunnya akan menganggarkan pembangunan tiga ruas jalan itu. “Pembangunan 3 ruas jalan itu pasti dilakukan oleh pemerintah daerah. Setiap tahun akan kita anggarkan sampai jalan itu tembus,” kata Yosias.

Selain itu, keterbatasan anggaran daerah juga membuat Pemerintah Kabupaten Pegaf tidak dapat memberikan subsidi penerbangan setiap hari kepada masyarakat di daerah tersebut. “Anggaran juga ada untuk subsidi penerbangan, tapi mungkin difokuskan untuk bulan-bulan Desember. kalau setiap hari dan setiap Minggu pemerintah tidak punya anggaran yang cukup untuk memberikan subsidi,” pungkasnya.