Pembangunan Pasar
Beritapapua.id - Pembangunan Pasar Untuk Mama Papua

Pembangunan Pasar Untuk Mama Papua – Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar dan memisahkan pasar dari perdagangan.

Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.

Baca juga: Jembatan Youtefa Sebagai Ikon Baru Jayapura

Pembangunan Pasar

Pembangunan los pasar untuk pedagang orang asli Papua di Pasar Sentral Bintuni, masih terus dilaksanakan. Dari pantauan, Senin (20/1/2020), kendati bangunan Los Pasar pokok yang sebelumnya dikerjakan telah rampung, namun belum bisa ditempati. Karena masih ada pekerjaan lanjutan terkait fasilitas pendukungnya.

Saat ditemui di lokasi proyek, Pengawas Proyek Mat Matale mengatakan proyek yang saat ini sedang dikerjakan adalah pembangunan los lanjutan berupa pengerjaan landscape serta penambahan teras sepanjang 18 meter serta rehab penampung air.

“Ini kan pasar untuk mama-mama Papua, tetapi belum bisa digunakan mengingat landscapnya, beberapa item di dalam belum selesai karena itu perintah dari Dinas Perindakop supaya diselesaikan,” katanya.

Dikatakan pembangunan proyek lanjutan ini direncanakan akan memakan waktu 3 bulan lamanya. Sehingga diperkirakan Maret mendatang baru selesai dan bisa difungsikan.

“Sebenarnya pekerjaan ini sudah mulai sejak Desember, tapi karena kemarin didepan dipakai untuk jualan kembang api sehingga ditunda sampai sekarang,” katanya lagi.

Dikatakannya nilai proyek lanjutan ini menghabiskan anggaran kurang lebih Rp. 1 Miliar. Pembangunan lanjutan landscape dan teras ini juga berimbas pada pembongkaran lapak pedagang disamping bangunan baru. Sehingga sejumlah pedagang sebagian ada yang di relokasi ke tempat lainnya di dalam areal pasar.