Pembangunan PLBN Skouw Papua Capai 91,99 Persen
beritapapua.id - Pembangunan PLBN Skouw Papua Capai 91,99 Persen - Merdeka

Pembangunan PLBN Skouw Papua Capai 91,99 Persen – Sebagai salah satu upaya mendukung pertumbuhan Ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan perbatasan Papua, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan percepatan dalam pembangunan infrastruktur di Papua. Lewat upaya nyata pengembangan sarana dan prasarana penunjang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Menteri Basuki menerangkan bahwa pembangunan lanjutan kawasan perbatasan Skouw merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi pada kawasan PLBN Skouw sebagai beranda terdepan Indonesia.

Pembangunan PLBN ini ditujukan untuk meningkatkan fungsi pertahanan keamanan. Sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG). Sehingga Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Lebih lanjut diterangkan bahwa hingga saat ini progres pengembangan sarana dan prasarana penunjang PLBN Terpadu Skouw telah mencapai 91,99%. Pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya dengan manajemen konstruksi PT. Yodya Karya ini dimulai pada 13 Agustus 2019 dan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2020 dengan anggaran sebesar Rp129,1 miliar.

Baca Juga: Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020

Lingku Pekerjaan PLBN Terpadu Skouw

Adapun lingkup pekerjaan PLBN Terpadu Skouw ini meliputi infrastruktur dan penataan kawasan, pembangunan mess karyawan, bangunan pasar, kantor pengelola, renovasi masjid, renovasi gedung serba guna, jembatan penghubung, patung Soekarno, ornamen gerbang, videotron, signage, sculpture dan sitting group.

Untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, Kementerian PUPR di kawasan PLBN Terpadu Skouw membangun pasar 2 lantai seluas 7.269 m2. Pasar ini memiliki total 152 kios, dengan rincian 40 kios dilantai dasar dan 112 kios di lantai satu. Kantor pengelola juga dibangun 2 lantai, dimana lantai dasar seluas 347,11 m2 sementara lantai atas seluas 104,62 m2. Untuk memudahkan akses menuju PLBN juga telah dilakukan pembangunan Jembatan Youtefa atau Jembatan Holtekamp yang dapat mempercepat waktu tempuh dari Kota Jayapura ke perbatasan. Kini jarak Jayapura-Skouw dapat ditempuh dalam waktu sekitar 60 menit, dengan jarak PLBN Terpadu Skouw dari Bandara Sentani, Jayapura sekitar 82 Km melalui jalur darat.

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah melakukan pengembangan Zona Sub Inti yang telah dikerjakan sejak tahun 2017. Pembangunan ini dilakukan di atas lahan seluas 12,20 hektar dengan total luas bangunan 9.921 m2. Pembangunan ini meliputi rumah dinas pegawai, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, masjid, gereja, fasilitas umum (rest area, ATM Center), fasilitas sosial (ruang terbuka hijau), dan pos TNI/POLRI serta area komersial dan pasar. Di kawasan tersebut juga dibangun 50 unit Rumah Khusus bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muaratami. 50 unit revitalisasi rumah khusus bagi pegawai negeri sipil/ASN di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga telah menyelesaikan pembangunan tahap 1 PLBN Terpadu Skouw pada Zona Inti seluas 10,7 Ha dengan luas bangunan 4.761 m2. Pembangunan ini meliputi bangunan utama PLBN, bangunan pemeriksaan kargo terpadu, Utilitas, keberangkatan dan kedatangan (check point), klinik, car wash, gudang sita, jembatan timbang, koridor pejalan kaki, serta gerbang dan Monumen Lintas Batas Negara (TASBARA).