Pemberdayaan Perempuan Bintuni
Beritapapau.id - Industri Tekstil

Pemberdayaan Perempuan Bintuni Lewat Industri Tekstil – Perkembangan Teluk Bintuni yang memasuki dunia industri menjadi sebuah dunia yang baru dan butuh sentuhan perkembangan di banyak sisi. Salah satunya adalah pemberdayaan perempuan untuk produktif dengan kemampuan yang baru dan bisa membantu dari segi ekonomi. Sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis produksi pakaian, di Teluk Bintuni, Papua Barat. Di sebuah kesempatan, sebanyak 21 penjahit berkumpul di area produksi. Mereka mendengarkan dengan saksama pengarahan pagi yang disampaikan oleh manajer operasional yaitu Ken A. Irwansyah, seorang peserta magang yang telah membantu memperbaiki sistem operasional PT tersebut selama tiga bulan terakhir.

Menekuni jurusan psikologi, Ken ditugaskan untuk memperkuat etika kerja para pekerja dan meningkatkan semangat serta motivasi kerja. Dia menyadari bahwa sebagian besar pekerja perempuan masih mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara tanggung jawab kerja dan keluarga. Selain itu, perempuan pekerja belum lazim di Kawasan Teluk Bintuni. Peran perempuan masih terbatas pada mengurus keluarga mereka.

Baca juga artikel terkait Pemberdayaan Perempuan Bintuni: Nelayan Asli Papua Mendapat Bantuan Dari Dinas Perikanan

Sebuah program kunjungan ke kantor kemudian diadakan dengan mengundang anggota keluarga pekerja ke kantor. Anggota keluarga diajak tur keliling kantor, diperlihatkan ruang kerja tempat anggota keluarganya bekerja setiap hari serta diperkenalkan dengan lingkungan dan suasana kerja. Selain itu, sesi motivasi diadakandengan mengundang tokoh masyarakat dan agama. Para tokoh ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pekerja tentang arti pekerjaan dan kerja. Sesi tersebut juga menyertakan para penyedia dan manajer yang telah lama tinggal di Papua dan dekat dengan masyarakat lokal Bintuni.

Perubahan Positif Pemberdayaan Perempuan Bintuni

Perubahan positif dan peningkatan yang mulai terjadi tak ternilai harganya bagi Ken. Setelah menyelesaikan magang selama tiga bulan, dia berharap bisa melanjutkan magang untuk periode kedua. Program magang tersebut merupakan program Bersama ILO-BP yang diberi nama Pemberdayaan dari Kaum Muda untuk Kaum Muda, yang bertujuan membantu orang muda Papua di Kawasan Teluk Bintuni dengan berbagi pengetahuan dan pengembangan keterampilan oleh mahasiswa/lulusan perguruan tinggi. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Student Job, sebuah jaringan anak muda, dan Perkumpulan untuk Peningkatan
Usaha Kecil (PUPUK).