Pemberlakuan PSBB Akibatkan IHSG Menurun
Beritapapua.id - Pemberlakuan PSBB Akibatkan IHSG Menurun - Okezone

Pemberlakuan PSBB Akibatkan IHSG Menurun – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diketahui menurun ke angka 4.000. Pada awal perdagangan Kamis (10/9/2020), IHSG terjun 154,7 poin atau 2,99 persen ke posisi 4.988,33. Sementara indeks saham LQ45 juga melemah 5 persen ke posisi 863,12. Sebanyak 265 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Tercatat, investor asing menjual saham pada pasar regular mencapai Rp 54,45 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan hal ini terjadi karena pengaruh dari pengumuman pemberlakuan kembali PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Guna mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin tinggi.

“Berdasarkan indeks, sampai dengan kemarin karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian akibat daripada announcement Gubernur DKI tadi malam. Sehingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000,” kata Airlangga.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga melemah pada perdagangan. Pelemahan ini terjadi usai bank Indonesia mengeluarkan data Indeks Penjualan Ritel (IPR). Yang mana nilai tukar rupiah berada pada angka 14.760 per dolar AS.

Daya beli masyarakat terlihat sedikit membaik, tetapi masih cenderung melemah. Hal ini tercermin dari laju inflasi inti yang semakin menukik. Inflasi inti, yang merupakan kelompok barang dan jasa yang harganya susah bergerak, menjadi penanda kekuatan daya beli.

Baca Juga: Ketika Para Menteri Protes Pemberlakuan PSBB

BEI Sempat Melakukan Pembekuan Perdagangan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Akibat penurunan IHSG mencapai 5 persen. Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menjelaskan tentang penghentian sementara untuk rentang waktu 30 menit perdagangan ini.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Kamis, 10 September 2020 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia,” kata Yulianto.

Pada awal perdagangan, IHSG berada pada posisi tertinggi yakni pada level 5.084,48, sedangkan terendah 4.659,09. Sebanyak 265 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 38 saham menguat dan 69 saham tidak mengalami perubahan. Total frekuensi perdagangan saham 74.759 kali dengan volume perdagangan 980,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1 triliun.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG semua berada pada zona merah. Pelemahan dipimpin sektor aneka industri yang turun 5,65 persen. Kemudian sektor industri dasar melemah 4,99 persen dan sektor keuangan melemah 4,65 persen.